Entin Tetangga Rumah Penemuan Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat Mengaku Sempat Bertemu Lima Tahun Lalu Sebelum Covid 19 Melanda

Terkait penemuan kerangka ibu dan anak di Bandung Barat, Entin (43) tetangga korban Indah Hayati (55) dan Elia Imanuel Putra (24) tak menyangka jika teman mainnya ditemukan telah menjadi kerangka.

Entin Tetangga Rumah Penemuan Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat Mengaku Sempat Bertemu Lima Tahun Lalu Sebelum Covid 19 Melanda
Jauh sebelum penemuan kerangka ibu dan anak di Bandung Barat, Entin mengaku terakhir bertemu dengan Indah Hayati lima tahun silam. Saat itu, korban berniat untuk pindah ke daerah Cisarua bersama anaknya. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Terkait penemuan kerangka ibu dan anak di Bandung Barat, Entin (43) tetangga korban Indah Hayati (55) dan Elia Imanuel Putra (24) tak menyangka jika teman mainnya ditemukan telah menjadi kerangka.

Jauh sebelum penemuan kerangka ibu dan anak di Bandung Barat, Entin mengaku terakhir bertemu dengan Indah Hayati lima tahun silam. Saat itu, korban berniat untuk pindah ke daerah Cisarua bersama anaknya.

"Saya kebetulan teman main dan terakhir ngobrol itu lima tahun lalu. Katanya mau pindah ke Cisarua, dan sempet minta maaf. Katanya kalau ada waktu main ke sana," tutur Entin di lokasi penemuan kerangka ibu dan anak di Bandung Barat, Selasa 30 Juli 2024.

Setelah itu, lanjut Entin, dirinya tak lagi berkomunikasi ataupun mengunjungi rumah Indah dan anaknya lantaran dikira sudah pindah.

"Saya gak pernah ke sini (rumah Indah). Pribadinya memang tertutup, kecuali kalau ke temennya baru mau ngobrol," katanya.

Hingga pada Senin 29 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB, Entin mendapat kabar Indah dan anaknya sudah ditemukan menjadi kerangka dalam rumahnya dari WhatApps Grup warga.

"Saya pertama tau daei WA grup, makannya kaget karena setau saya bilangnya mau pindah," katanya.

Warga lainnya, Ai Suryati (54) mengaku terakhir bertemu dengan Indah Hayati sebelum pandemi Covid-19. Menurutnya, Indah sama sekali tidak pernah ngobrol.

"Memang tidak pernah. Kalau lewat kan kerjanya di belakang jadi hanya lewat aja," kata Ai.

Semenjak tak terlihat lagi, ungkap Ai, warga beranggapan Indah Hayati dan anaknya Elia Imanuel Putra sudah pindah. Bahkan, sempat meminta surat pindah ke Ketua RW.

"Katanya sudah pindah dan sempat meminta surat pindah ke ketua RW tapi gak tau," ungkap Ai.

Selain itu, sambung Ai, memang sudah sekitar delapan tahunan berpisah dengan suaminya.

"Mereka hanya berdua tinggalnya. Mereka keturunan Cina, tapi kalau domisilinya di sini udah lama," ucapnya.

"Tapi setahu saya gak ada keluarga lain di sini," sambungnya.

Ai menyebut, di depan rumah Indah Hayati juga sudah lama ada tulisan dijual. Bahkan, sempat ada beberapa yang sempat bertanya, namun saat dihubungi nomor yang tercantum tidak ada respons.

"Tidak aktif dan kami juga tidak tahu. Jadi semua  tahunya rumah itu kosong," katanya.

Sebelumnya, Indah Hayati (55) dan Elia Imanuel Putra (24), ibu dan anak ditemukan di rumahnya di Perumahan Tani Mulya, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat sudah menjadi kerangka.

Kerangka ibu dan anak itu ditemukan pada Senin 29 Juli 2024 siang ketika Mudjoyo Tjandra (64), suami Indah dan ayah Elia berkunjung pertama kali setelah bertahun-tahun meninggalkan istri dan anaknya itu.


Editor : Doni Ramdhani