Fachri Albar Kembali Tersandung Kasus Narkoba: Dari Puncak Karier hingga Jeratan Hukum, Sang Aktor Berbakat Kembali Menjadi Sorotan Publik
Nama aktor Fachri Albar kembali ramai diperbincangkan publik setelah dikabarkan terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Pria yang dikenal lewat aktingnya yang intens dan karismatik ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian sebagai sosok “FA” yang ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Minggu, 20 April 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Nama aktor Fachri Albar kembali ramai diperbincangkan publik setelah dikabarkan terlibat dalam Kasus penyalahgunaan Narkoba.
Pria yang dikenal lewat aktingnya yang intens dan karismatik ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian sebagai sosok “FA” yang ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Minggu, 20 April 2025.
“Iya, benar Fachri Albar,” ungkap AKP Reonald Simanjuntak kepada wartawan saat dimintai konfirmasi.
Penangkapan ini tentu mengejutkan banyak pihak, terutama penggemar dan insan perfilman Indonesia, mengingat Fachri merupakan salah satu aktor dengan rekam jejak seni yang mengesankan di dunia film dan televisi Tanah Air.
Putra dari musisi legendaris Ahmad Albar ini telah malang melintang di industri hiburan sejak awal 2000-an. Fachri memulai debut layar lebarnya lewat film “Alexandria” (2005), dan sejak saat itu ia terus menunjukkan kapabilitas akting yang luar biasa.
Namanya semakin diperhitungkan setelah tampil dalam “Jakarta Undercover” (2007) dan “Kala” (2007), dua film yang memperlihatkan sisi gelap urban society dan memperkuat identitasnya sebagai aktor dengan selera peran yang unik dan menantang.
Penampilannya dalam film “Pintu Terlarang” (2009), karya Joko Anwar, bahkan mengantarkannya meraih dua penghargaan:
- Best Actor in a Supporting Role dari Indonesia Film Critics Circle Award (2009)
- Pemeran Utama Pria Terbaik dari Penghargaan Kaskus untuk Film Indonesia (2010)
Fachri juga sempat mencicipi panggung internasional lewat perannya dalam film horor antologi V/H/S/2 (2013) pada segmen “Safe Haven”, yang disutradarai Timo Tjahjanto dan Gareth Evans.
Tak hanya aktif di film panjang, Fachri juga menjajal film pendek seperti “Fresh to Move On” (2012), serta berbagai sinetron dan serial web. Terbaru, ia tampil dalam serial “Nightmares and Daydreams” (2024), memperlihatkan konsistensinya dalam dunia seni peran.
Berikut daftar karya filmografinya:
Film Layar Lebar:
Alexandria (2005)
Jakarta Undercover (2007)
Kala (2007)
Pintu Terlarang (2009)
V/H/S/2 (2013)
Melancholy is a Movement (2015)
I am Hope (2016)
Pesantren Impian (2016)
Terpana (2016)
The Professionals (2016)
Bukan Cinta Malaikat (2017)
Pengabdi Setan (2017)
Pengabdi Setan 2: Communion (2022)
Siksa Kubur (2024)
Film Pendek:
Fresh to Move On (2012)
Sinetron:
Malin Kundang (2005–2006)
Jangan Pisahkan Aku (2005–2006)
Cahaya Surga (2006)
Sujudku (2007)
Tangisan Cinta (2007)
Mertua dan Menantu (2010)
Tobat Sambel (2012)
Para Pencari Tuhan Jilid 7 (2013)
Serial Web:
Nightmares and Daydreams (2024, Episode 6)
***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
