Fakta Baru Kasus Kerangka Ibu dan Anak di Tanimulya, Polisi Temukan Riwayat Pembelian Racun Sianida

Fakta baru kasus temuan kerangka ibu dan anak di Perumahan Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali diungkap jajaran kepolisian dari Polres Cimahi.

Fakta Baru Kasus Kerangka Ibu dan Anak di Tanimulya, Polisi Temukan Riwayat Pembelian Racun Sianida

INILAHKORAN, Ngamprah - fakta baru kasus temuan kerangka ibu dan anak di Perumahan Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali diungkap jajaran kepolisian dari Polres Cimahi.

Terbaru, polisi menemukan adanya riwayat pembelian racun sianida yang ditemukan dalam ponsel genggam milik Iguh Indah Hayati dan Elia Imanuel Putra.

Pembelian tersebut dilakukan melalui pemesanan secara daring sehingga ditemukan dalam riwayat telepon genggam korban yang juga ditemukan di lokasi kejadian.

"Memang yang bersangkutan sempat melakukan pencarian dan pembelian racun sianida sekitar tahun 2018. Itu dilihat dari riwayat pemeriksaan HP milik korban," kata Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto kepada wartawan Minggu 11 Agustus 2024.

Meski ada riwayat pembelian racun oleh kedua korban, ungkap Tri, namun polisi tidak bisa langsung menyimpulkan penyebab kematian ibu dan anak itu. Sebab, hal itu perlu didukung hasil pemeriksaan forensik.

"Memang ada riwayat pembelian sianida itu, tapi tetap menunggu pemeriksaan forensik. Jangan sampai ternyata dia beli tapi tidak ada dalam kandungan hasil pemeriksaan forensik," tambahnya. 

Sebelumnya, pihak kepolisian menggunakan tiga metode pemeriksaan forensik untuk menyelidiki penyebab kematian kerangka mayat ibu dan anak, yang ditemukan di dalam kamar rumah, di Perumahan Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, yakni, pemeriksaan psikologi forensik, pemeriksaan DNA, dan tes toksikologi untuk mengetahui kadar racun dalam jasad atau kerangka mayat. 

Tiga metode pemeriksaan forensik ini dilakukan untuk mengetahui kepastian penyebab kematian, identitas kerangka mayat, serta informasi dasar seperti umur dan jenis kelamin kerangka. Hal itu diperlukan agar proses penyelidikan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Jadi kami mohon waktu sampai hasilnya keluar, karena sekarang masih berjalan pemeriksaan psikologi forensik, tes DNA dan uji toksikologi oleh Puslabfor Mabes Polri," kata Tri. *** 


Editor : Ahmad Sayuti