Fakta Kasus RSHS Bandung, Ibu Diminta Rating Google Saat Bayi Digendong Orang Lain

Nina mengaku sempat diminta ke satpam untuk rating di Google maps saat anaknya berada di pangkuan orang lain.

Fakta Kasus RSHS Bandung, Ibu Diminta Rating Google Saat Bayi Digendong Orang Lain
Pengakuan Nina yang menyebut sempat diminta rating Google saat bayinya dibawa orang lain

INILAHKORAN.ID - Kasus dugaan bayi hampir tertukar di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali memunculkan fakta mengejutkan. 

Sang ibu, Nina mengaku sempat diminta memberikan rating di Google saat bayinya justru berada di pangkuan orang lain.

Pengakuan tersebut disampaikan Nina kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam upaya mengungkap kronologi kejadian yang sempat viral tersebut.

Menurut Nina, momen janggal itu terjadi ketika dirinya diminta oleh perawat untuk menuju area satpam dengan alasan memberikan penilaian layanan rumah sakit melalui Google Maps. Namun di saat bersamaan, bayinya sudah berada di luar ruangan dan digendong oleh orang lain yang hendak pergi.

“Itu ibu ke satpam dulu… itu anak saya kenapa ada di luar, kenapa digendong orang lain, kenapa sudah mau pergi,” ungkap Nina.

Ia mengaku heran karena saat itu dirinya belum secara resmi menerima bayinya dari pihak rumah sakit. Permintaan untuk memberikan rating justru dinilai tidak tepat dalam situasi tersebut.

“Katanya ini rating dulu nilainya, kan belum ambil anak. Itu anak saya sudah di luar, sudah digendong sama orang lain, sudah mau pergi,” lanjutnya.

Situasi semakin menegangkan ketika Nina menyadari bayinya berpotensi dibawa pergi. Ia langsung berteriak histeris hingga menarik perhatian orang di sekitarnya.

“Terus saya teriak-teriak itu anak saya mau dibawa pergi,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, suami Nina langsung bertindak cepat dengan mengambil kembali bayi mereka dari tangan orang yang tidak dikenal, tanpa menunggu tindakan dari perawat.

Hingga kini, pihak RSHS Bandung masih melakukan investigasi internal untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh dan menentukan apakah terdapat pelanggaran prosedur dalam insiden tersebut.


Editor : Firda Rachmawati