Farhan Siapkan 4.800 Lubang Kompos di Bandung, Target Kurangi Sampah ke TPA 20 Persen

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyiapkan 4.800 compost pit di tingkat RW untuk mengolah sampah organik dan mengurangi kiriman sampah ke TPA hingga 20 persen

Farhan Siapkan 4.800 Lubang Kompos di Bandung, Target Kurangi Sampah ke TPA 20 Persen
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyiapkan 4.800 compost pit di tingkat RW untuk mengolah sampah organik dan mengurangi kiriman sampah ke TPA hingga 20 persen

INILAHKORAN.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyiapkan pembangunan sekitar 4.800 lubang kompos atau compost pit di tingkat rukun warga (RW). Program ini ditargetkan mampu mengurangi volume sampah organik yang dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 20 persen.

Farhan mengatakan, compost pit akan menjadi fasilitas pengolahan sampah organik di lingkungan permukiman. Setiap RW direncanakan memiliki tiga lubang kompos yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik rumah tangga.

“Kami juga akan meluncurkan program pembangunan compost pit, atau lubang kompos,” kata Farhan, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, lubang kompos tersebut dirancang berukuran sekitar 1 meter x 1 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter. Fasilitas ini menjadi bagian dari penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya agar sampah organik tidak seluruhnya berakhir di TPA.

Menurut Farhan, program compost pit akan melengkapi upaya pengelolaan sampah melalui program Gaslah dan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pemilahan sampah.

Sampah organik yang telah dipisahkan melalui program tersebut nantinya dapat diolah lebih lanjut menggunakan lubang kompos yang tersedia di lingkungan warga.

“Compost pit akan menampung tambahan sampah organik yang sudah dipilah melalui program Gaslah dan kegiatan yang melibatkan mahasiswa,” ucapnya.

Farhan menilai pengolahan sampah di tingkat RW menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA. Dengan pengolahan langsung di lingkungan tempat tinggal, sebagian sampah organik dapat diproses tanpa harus diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Selain menyediakan fasilitas, program ini juga diharapkan mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga. Pemilahan menjadi langkah awal agar sampah organik dapat dimanfaatkan melalui proses pengomposan, sementara jenis sampah lainnya ditangani sesuai karakteristiknya.

Farhan menargetkan penerapan compost pit dapat menekan jumlah sampah organik yang dikirim ke TPA hingga 20 persen. Target tersebut diharapkan tercapai melalui pengolahan sampah langsung di lingkungan warga serta pemilahan yang dilakukan secara konsisten.

“Program ini menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah organik sejak sumbernya. Target kami, jumlah sampah organik yang dibawa ke TPA bisa berkurang hingga 20 persen,” ujar dia.***


Editor : JakaPermana