Final Indonesia U19 vs Vietnam U19, Tiba-tiba Mencuat Nama Shin Tae Yong, Ada Apa?
Bumbu persaingan Timnas Indonesia U19 vs Vietnam U19 di final Kejuaraan ASEAN U19 kian menyengat. Tiba-tiba, muncul nama Shin Tae Yong. Ada apa?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Bumbu persaingan Timnas Indonesia U19 vs Vietnam U19 di final Kejuaraan ASEAN U19 kian menyengat. Tiba-tiba, muncul nama Shin Tae Yong. Ada apa?
Duel Timnas Indonesia U19 vs Vietnam U19 akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa 29 Juli 2025. Keduanya akan memperebutkan trofi juara Kejuaraan ASEAN U19. Nama Shin Tae Yong, mantan pelatih Timnas Indonesia, merebak menjelang laga.
Nama Shin Tae Yong dicuatkan media Korea Selatan, menjelang final Kejuaraan ASEAN U19 ini. Mereka menilai akan ada nuansa Shin Tae Yong dalam pertandingan Timnas Indonesia U19 vs Vietnam U19.
Media tersebut, Chosun Biz, menilai final Timnas Indonesua U19 vs Vietnam U19 memiliki arti lebih besar bagi pelatih Vietnam, Kim Sang-sik daripada sekadar rekor dan kemenangan.
Sepak bola Indonesia, sebutnya, mengalami perubahan signifikan awal tahun ini ketika mereka tiba-tiba memecat pelatih Korea Selatan Shin Tae-yong.
Indonesia mengganti Shin Tae yong di tengah jalan dan menunjuk pelatih asal Belanda Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala baru.
Tetapi bertentangan dengan harapan, Patrick Kluivert belum memberikan hasil. Ada evaluasi bahwa performa dan hasil mereka telah menurun dibandingkan dengan era Shin Tae-yong.
Jika pelatih Kim Sang-sik mengalahkan Indonesia di final dan meraih tiga kemenangan beruntun, hal itu bisa menjadi simbol pemulihan kebanggaan bagi para pelatih Korea Selatan di tengah merosotnya reputasi Indonesia sejak kepergian Shin Tae Yong.
Bagi pelatih Kim Sang-sik, kemenangan ini lebih berharga daripada sekadar trofi. Kemenangan ini memberikan kesempatan untuk menorehkan rekor baru dalam sejarah sepak bola Vietnam sekaligus membuktikan kembali kepemimpinan dan reputasi para pelatih Korea Selatan di kancah Asia Tenggara. (*)
Editor : Zulfirman
