Persib Vs Persija Berjalan Fair Play, Dua Pelatih Tunjukkan Sportivitas

Laga Persib vs Persija di semifinal Piala Presiden 2026 berlangsung sportif. Igor Tolic dan Shin Tae-yong sama-sama menjunjung fair play usai pertandingan.

Persib Vs Persija Berjalan Fair Play, Dua Pelatih Tunjukkan Sportivitas
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic

INILAHKORAN.ID-Rivalitas panas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta biasanya identik dengan tensi tinggi. Namun, suasana berbeda tersaji pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).

Di balik kemenangan Persib Bandung dengan skor 2-1 yang mengantarkan Maung Bandung ke partai final, pertandingan justru mendapat pujian karena berlangsung dalam semangat fair play. Baik pemain, pelatih, ofisial, maupun perangkat pertandingan mampu menjaga sportivitas sepanjang laga.

Selama 90 menit pertandingan, duel berlangsung ketat dan penuh intensitas. Meski demikian, tidak terlihat keributan antarpemain, aksi saling dorong yang berlebihan, maupun protes berlebihan kepada wasit. Kedua tim memilih menunjukkan kualitas melalui permainan di lapangan.

Wasit dan VAR Dinilai Tampil Tegas

Jalannya pertandingan juga didukung kepemimpinan wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, yang dinilai memimpin laga secara tegas dan konsisten.

Dengan dukungan teknologi Video Assistant Referee (VAR), sejumlah keputusan penting dapat diambil secara objektif sehingga pertandingan berjalan lancar hingga peluit panjang dibunyikan.

Igor Tolic Soroti Pemulihan Pemain

Pelatih Persib, Igor Tolic, mengapresiasi peningkatan kualitas penyelenggaraan turnamen. Namun, ia mengingatkan bahwa aspek perlindungan pemain juga harus menjadi perhatian utama.

"Namun, jika kita ingin kualitas tim meningkat, maka semua aspek penyelenggaraan juga harus ikut menjadi lebih baik," ujar Igor usai pertandingan.

Pelatih asal Kroasia tersebut menyoroti aturan FIFA yang mengatur waktu pemulihan minimal 72 jam antarlaga. Menurutnya, aturan itu dibuat untuk menjaga kondisi fisik dan mental pemain.

Igor menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan hanya demi kepentingan Persib, tetapi juga seluruh peserta Piala Presiden, termasuk pemain Persija, Persebaya, dan Arema FC.

"Saya merasa harus melindungi para pemain dan menjaga kesehatan mereka. Bayangkan jika dalam dua hari ke depan ada pemain yang mengalami serangan jantung akibat kelelahan. Siapa yang akan bertanggung jawab?" katanya.

Shin Tae-yong Tunjukkan Sikap Sportif

Sementara itu, pelatih Persija, Shin Tae-yong, menunjukkan sikap sportif dengan memberikan ucapan selamat kepada Persib atas keberhasilan melaju ke final.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengakui timnya belum tampil dalam kondisi terbaik. Ia menyebut banyak pemain Persija baru mencapai sekitar 30 hingga 40 persen tingkat kebugaran.

Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Shin memilih menghormati seluruh keputusan wasit dan menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi menjelang kompetisi resmi.

Sportivitas yang ditunjukkan kedua tim, pelatih, serta perangkat pertandingan menjadi bukti bahwa rivalitas klasik Persib dan Persija dapat berlangsung kompetitif tanpa mengorbankan nilai fair play. Hal itu sekaligus menjadi contoh positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.***


Editor : JakaPermana