Pemkab Bogor Gandeng Investor Bangun PSEL Galuga Senilai Rp2,5 Triliun

Pemkab Bogor menggandeng PT Weiming Nusantara Bogor New Energy membangun PSEL Galuga dengan investasi 160 juta dolar AS

Pemkab Bogor Gandeng Investor Bangun PSEL Galuga Senilai Rp2,5 Triliun
Pemkab Bogor menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Weiming Nusantara Bogor New Energy untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy di Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

INILAHKORAN.ID – Pemkab Bogor menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Weiming Nusantara Bogor New Energy untuk membangun fasilitas Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy di Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Hotel Nawana Sentul, Babakan Madang, Rabu (16/9/2026).

Melalui kerja sama tersebut, PT Weiming Nusantara Bogor New Energy akan membangun fasilitas PSEL dengan nilai investasi mencapai 160 juta dolar AS atau sekitar Rp2,5 triliun.

Pembangunan dijadwalkan dimulai Kamis (17/9/2026) melalui proses groundbreaking atau peletakan batu pertama. Pembangunan ditargetkan berlangsung hingga kuartal II 2028.

Fasilitas tersebut nantinya dirancang untuk mengolah sampah menjadi energi listrik dengan kapasitas produksi sekitar 20 hingga 40 megawatt.

“Alhamdulillah, hari ini terjadi penandatanganan kerja sama, besok akan dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama PSEL di Galuga, Cibungbulang,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Rudy mengatakan pembangunan PSEL di Galuga merupakan salah satu cita-cita Pemkab Bogor sejak dirinya bersama Jaro Ade dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bogor pada 20 Februari 2025.

“Pembangunan PSEL adalah cita-cita kami dalam pengelolaan sampah secara modern di Kabupaten Bogor, dan ini menjadi yang pertama di Indonesia,” ungkapnya.

PSEL Galuga Olah 2.000 Ton sampah per Hari

Supervisor Stakeholder Relation PT Weiming Nusantara Bogor New Energy, Dede Firmansyah, menjelaskan fasilitas tersebut akan mengolah sampah yang tergolong masih “segar”.

sampah tersebut akan menjadi bahan baku untuk menghasilkan energi listrik. Kapasitas sampah yang akan diolah diproyeksikan mencapai 2.000 ton per hari.

energi listrik yang dihasilkan selanjutnya akan dijual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

“Dengan kerja sama ini, Pemkab Bogor perannya menyediakan lahan dan tidak dikenakan tipping fee, lalu kami selaku investor membangun instalasi PSEL dan listrik yang kami hasilkan, lalu dijual ke PLN dengan harga 20 perak per watt,” kata Dede.

Kerja sama tersebut menempatkan Pemkab Bogor pada peran penyediaan lahan, sementara pembangunan instalasi PSEL menjadi tanggung jawab investor.

Kehadiran fasilitas Waste-to-Energy di Galuga diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi.***


Editor : JakaPermana