Polda Jabar Sulap 165,53 Hektare Lahan Sawah Jadi Pertanian Jagung Saat Kemarau
Polda Jabar mengolah 165,53 hektare Lahan Baku Sawah menjadi pertanian jagung saat kemarau di Indramayu untuk mendukung ketahanan pangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Polda Jawa Barat mengolah Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 165,53 hektare menjadi lahan pertanian jagung untuk menghadapi musim kemarau. Salah satu lokasinya berada di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.
Program tersebut memberi harapan baru bagi petani yang biasanya kesulitan bercocok tanam saat musim kemarau karena keterbatasan pasokan air.
Kini, para petani tetap dapat menanam jagung dengan dukungan berupa bibit, pupuk, mesin pompa air, hingga mesin pipil jagung yang diberikan melalui program Polda Jabar.
“Banyak bantuannya, ada mesin pompa, bibit, pupuk ya macam-macam, mesin pipil,” ujar Dede Istari, salah seorang petani perempuan di lokasi, Rabu (16/9/2026).
Selain fasilitas pertanian, para petani juga mendapatkan berbagai bantuan sarana produksi. Bantuan tersebut antara lain 300 kilogram pupuk NPK, 2 ton pupuk urea, 500 kilogram pupuk nitrea, 500 kilogram pupuk phonska, mesin pipil jagung hingga sembako.
Dengan adanya dukungan tersebut, petani tidak lagi harus memikirkan pengadaan bibit maupun pupuk secara mandiri.
Keuntungan dari hasil panen jagung juga dapat dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus menambah luas lahan yang dapat ditanami.
Ketua Gapoktan Jaya 6 Mekarwaru, Sakimin, mengatakan pola kerja sama tersebut membantu petani karena kebutuhan utama untuk bercocok tanam telah difasilitasi.
“Bantuannya bibit, sama pupuk, sama alat penggiling jagung juga, bantuan sembako juga ada. Sistem kerjasamanya enak sebenarnya, petani dikasih fasilitas air, bibit, petani tinggal nanam aja gitu,” kata Sakimin.
Para petani berharap dukungan serupa dapat terus dilakukan, terutama dalam memastikan ketersediaan pupuk dan bibit unggul.
Polisi Pastikan Program pertanian Dukung Kamtibmas
Keterlibatan Polri dalam program penanaman jagung di LBS memunculkan pertanyaan mengenai alasan kepolisian ikut terlibat dalam kegiatan pertanian.
Polda Jabar menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari pendekatan pemolisian modern dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Karo SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan persoalan ekonomi dan sulitnya memperoleh pekerjaan dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
“Di polisi modern itu kita harus mampu mengelola Kamtibmas, terutama di ambang gangguan, agar tidak terjadi kejahatan faktual. Terutama agar masyarakat tidak lapar, ada pendapatan,” ujar Fadly.
Karena itu, kehadiran polisi di tengah masyarakat juga diarahkan untuk membantu memastikan petani memperoleh akses terhadap kebutuhan produksi, mulai dari pupuk hingga bibit.
Polda Jabar juga mendorong agar hasil panen petani tidak terlalu bergantung pada tengkulak. Hasil panen jagung disebut dapat diserap Bulog sesuai mekanisme dan harga yang berlaku.
Polisi Bantu Akses Modal untuk petani
Selain persoalan bibit dan pupuk, Polda Jabar juga berupaya membantu petani yang menghadapi kendala permodalan.
Kabag Binkar Biro SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan perbankan, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), untuk membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Ada kendala modal, solusi kita bekerjasama dengan Himbara, bank rakyat, KUR. Polisi hadir bukan meminjam uang, tapi memastikan uang yang dipinjam untuk menanam, buat bertani,” ujar Condro.
Menurutnya, pendampingan tersebut diperlukan agar modal yang diperoleh masyarakat benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif.
Polda Jabar juga berencana memperluas lahan pertanian dan melibatkan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Mereka nantinya akan mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian, termasuk dalam menentukan dan memetakan lahan.
“Kita gandeng penyuluh pertanian jagung untuk mendampingi. Nanti lahannya dipetakan, supaya masyarakat yang tidak bekerja bisa bekerja, agar mereka tidak rugi dan masyarakat sejahtera,” jelasnya.
Untuk buruh tani yang belum memiliki lahan, Polda Jabar akan menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PTPN, Perhutani, dan pihak swasta.
Dorong ketahanan pangan dan Kesejahteraan petani
Penanaman jagung di Indramayu menjadi salah satu upaya Polda Jabar mendukung program ketahanan pangan pemerintah sekaligus membuka sumber pendapatan bagi masyarakat.
Polda Jabar menekankan bahwa keterlibatan kepolisian bukan berarti polisi mengambil alih pekerjaan petani. Peran yang dijalankan lebih pada memastikan program pemerintah dapat berjalan dan petani memperoleh kepastian dalam menjalankan usaha pertanian.
“Jadi polisi bukan menanam jagung, tapi memastikan program pemerintah jalan bekerjasama dengan gapoktan, kepastian petani menanam ini tidak rugi, kan itu ada tengkulak, petani tidak merugi,” terangnya.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan swasembada pangan, tetapi juga kesinambungan antara kesejahteraan masyarakat dengan keamanan dan ketertiban.
Dengan pemanfaatan LBS yang sebelumnya hanya ditanami padi ketika musim hujan, lahan tersebut kini dapat dimanfaatkan untuk tanaman jagung pada musim kemarau.
“Spektrum pemolisian modern salah satunya mampu mengelola dan mengantisipasi potensi gangguan, di antaranya masalah perut yang bisa memicu timbulnya gangguan nyata berupa ancaman faktual berupa kejahatan, dan salah satunya adalah memfasilitasi petani untuk bertanam jagung,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

