Polda Jabar Sebut Hacker Incar Data Pribadi dan Sulap Web Jadi Sarang Judol

Polda Jabar mengimbau masyarakat dan pengelola website untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan siber. 

Polda Jabar Sebut Hacker Incar Data Pribadi dan Sulap Web Jadi Sarang Judol
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, pihaknya melalui jajaran Siber terus melakukan langkah preemtif, preventif, hingga represif untuk menekan angka kejahatan di dunia maya. (dok)

INILAHKORAN.ID - Polda Jabar mengimbau masyarakat dan pengelola website untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan siber. 

Pasalnya, saat ini marak terjadi aksi peretasan yang berujung pada pencurian data hingga penyisipan tautan judi online (judol).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, pihaknya melalui jajaran Siber terus melakukan langkah preemtif, preventif, hingga represif untuk menekan angka kejahatan di dunia maya.

"Kami, khususnya dari Siber Polda Jabar, mengimbau kepada seluruh masyarakat paling tidak untuk menjaga data pribadinya. Kami sudah melakukan beberapa langkah preemtif maupun preventif. Sekarang preemtif juga kami aktifkan berupa imbauan-imbauan melalui media sosial," kata Hendra, Rabu (16/9/2026).

Melalui edukasi di media sosial tersebut, Hendra berharap literasi digital masyarakat semakin meningkat. Dengan begitu, kasus pencurian atau penyalahgunaan data pribadi bisa diminimalisir.

Selain pencegahan, Polda Jabar juga tegas menindak para pelaku kejahatan siber yang meresahkan.

"Selanjutnya juga represif, terbukti beberapa tim kami maupun dari patroli siber menemukan beberapa tindakan maupun upaya yang mengarah ke pidana. Kami hadir dan berupaya supaya tingkat kejahatan di dunia maya ini bisa dikurangi," tegasnya.

Lebih lanjut, Hendra juga menyoroti maraknya risiko peretasan situs web. Dia membeberkan, di balik perubahan tampilan web yang diretas (defacement), pelaku kejahatan sering kali memiliki motif yang jauh lebih merugikan pengelola maupun pengunjung situs.

"Risiko tambahan, di balik perubahan tampilan tersebut pelaku kadang menyisipkan script berbahaya, mencuri data, atau bahkan menyisipkan tautan judi online. Ini yang sering terjadi," ungkap Hendra.


Editor : Doni Ramdhani