Brain Freeze saat Makan Es Krim? Ini Penyebab, Kaitannya dengan Migrain

Brain freeze terjadi akibat perubahan suhu mendadak yang memicu saraf trigeminal. Ketahui penyebab, kaitannya dengan migrain, dan cara mengatasinya.

Brain Freeze saat Makan Es Krim? Ini Penyebab, Kaitannya dengan Migrain
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Pernahkah Anda merasakan nyeri tajam yang tiba-tiba menusuk dahi saat menikmati es krim atau minuman dingin? Kondisi yang dikenal sebagai brain freeze ini bukan sekadar rasa tidak nyaman biasa. Para ahli menyebut fenomena tersebut berkaitan dengan respons sistem saraf terhadap perubahan suhu yang terjadi secara mendadak.

Dalam dunia medis, brain freeze dikenal sebagai cold-stimulus headache, yaitu sakit kepala yang muncul akibat paparan suhu dingin pada langit-langit mulut atau bagian belakang tenggorokan.

Bagaimana brain freeze Terjadi?

Saat makanan atau minuman yang sangat dingin menyentuh langit-langit mulut, jaringan di area tersebut mengalami penurunan suhu secara cepat. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menyempit seketika, kemudian kembali melebar untuk memulihkan aliran darah.

Perubahan yang berlangsung sangat cepat tersebut merangsang saraf trigeminal, yakni saraf utama yang bertugas menghantarkan sensasi nyeri dari wajah dan kepala ke otak.

Akibatnya, otak menafsirkan sinyal tersebut sebagai rasa sakit di bagian dahi atau kepala, meskipun sumber rangsangannya sebenarnya berasal dari rongga mulut.

Berkaitan dengan Faktor Genetik dan migrain

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan mengalami brain freeze dapat dipengaruhi faktor keturunan.

Selain itu, kondisi ini juga memiliki hubungan erat dengan migrain. Orang yang memiliki riwayat migrain umumnya mempunyai saraf trigeminal yang lebih sensitif sehingga lebih mudah mengalami brain freeze dengan intensitas nyeri yang lebih tinggi dibandingkan orang yang jarang mengalami sakit kepala.

Temuan tersebut membuat para ilmuwan semakin tertarik mempelajari hubungan antara brain freeze dan gangguan nyeri kepala.

Cara Mengatasi brain freeze

Meski terasa cukup menyakitkan, brain freeze bukanlah kondisi yang berbahaya dan biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga satu atau dua menit.

Untuk membantu meredakan nyeri lebih cepat, Anda dapat melakukan beberapa langkah sederhana, antara lain:

Tempelkan bagian bawah lidah pada langit-langit mulut untuk membantu menghangatkan area yang terkena paparan dingin.
Jika memungkinkan, gunakan ibu jari yang hangat dan tempelkan pada langit-langit mulut.
Hentikan sejenak konsumsi makanan atau minuman dingin hingga rasa nyeri mereda.

Cara terbaik untuk mencegah brain freeze adalah menikmati makanan atau minuman dingin secara perlahan sehingga perubahan suhu di dalam mulut tidak terjadi secara mendadak.

Membantu Penelitian tentang migrain

Fenomena brain freeze ternyata tidak hanya menarik bagi masyarakat, tetapi juga bagi dunia medis. Karena melibatkan respons saraf trigeminal, kondisi ini sering digunakan sebagai model penelitian untuk memahami mekanisme terjadinya migrain.

Melalui penelitian tersebut, para ilmuwan berharap dapat mengembangkan terapi yang lebih efektif untuk mengatasi migrain dan berbagai jenis sakit kepala lainnya.

Meski hanya berlangsung singkat, brain freeze memberikan gambaran penting mengenai cara kerja sistem saraf manusia dalam merespons perubahan suhu ekstrem. Pengetahuan ini membantu para peneliti memahami lebih dalam mekanisme nyeri sekaligus membuka peluang pengembangan pengobatan yang lebih baik di masa depan.***


Editor : JakaPermana