Firman Abdurrohman Jadi Satu-satunya Bakal Calon Ketua HIPMI Tasikmalaya 2026–2029

Firman Abdurrohman menjadi satu-satunya bakal calon Ketua HIPMI Kota Tasikmalaya 2026–2029 yang mengembalikan formulir. Berkasnya kini diverifikasi SC.

Firman Abdurrohman Jadi Satu-satunya Bakal Calon Ketua HIPMI Tasikmalaya 2026–2029
Firman Abdurrohman menjadi satu-satunya bakal calon Ketua HIPMI Kota Tasikmalaya 2026–2029 yang mengembalikan formulir. Berkasnya kini diverifikasi SC.

INILAHKORAN.ID – Firman Abdurrohman menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tasikmalaya periode 2026–2029. Pengembalian formulir dilakukan pada hari terakhir pendaftaran, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 22.00 WIB.

Penyerahan berkas berlangsung di sekretariat Musyawarah Cabang (Muscab) VI BPC HIPMI Kota Tasikmalaya, Jalan Ir. H. Juanda, Kompleks Ruko HT Sumantri Nomor 16, Panyingkiran, Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya, dua nama mengambil formulir pendaftaran, yakni Firman Abdurrohman dan Mohamad Indra Herlambang. Namun, hingga batas akhir pengembalian, hanya Firman yang menyerahkan berkas pencalonannya.

Ketua Steering Committee (SC) Muscab VI BPC HIPMI Kota Tasikmalaya, Arya Anantama Ramadhani, mengatakan berkas yang diserahkan Firman akan menjalani proses verifikasi oleh tim SC.

“Ini tahapan pengembalian formulir. Di hari terakhir Kang Firman sudah mengembalikan formulir,” ujar Arya.

Ia memastikan Indra Herlambang tidak melanjutkan proses pengembalian formulir. Dengan demikian, Firman menjadi satu-satunya bakal calon yang melanjutkan tahapan menuju penetapan ketua umum.

Setelah verifikasi selesai, SC akan mengumumkan hasilnya. Jika seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi, Firman akan diumumkan secara resmi sebagai calon Ketua Umum BPC HIPMI Kota Tasikmalaya periode 2026–2029.

Arya menambahkan, perubahan tahapan Muscab VI juga dimungkinkan menyusul hanya adanya satu bakal calon yang mengembalikan formulir. Agenda debat kandidat yang sebelumnya direncanakan akan dialihkan menjadi diskusi internal bersama anggota HIPMI.

“Kalau skenario yang berubah hanya di debatnya saja. Jadinya tidak ada debat. Akan kami alihkan agendanya menjadi diskusi internal dengan teman-teman HIPMI,” katanya.

Firman Berharap Bisa Melanjutkan Capaian Kepemimpinan Sebelumnya

Sementara itu, Firman mengaku bersyukur proses pengembalian formulir berjalan lancar bersama timnya, mulai dari pengambilan hingga penyerahan berkas pada menit-menit terakhir.

“Proses pengembalian sudah terlaksana, kami dan tim proses dengan baik dari pengambilan sampai sekarang di menit-menit terakhir,” kata Firman.

Ia berharap seluruh dokumen persyaratan yang diserahkan telah memenuhi ketentuan. Jika masih terdapat kekurangan dalam proses verifikasi, ia berharap dapat melakukan perbaikan sesuai mekanisme yang berlaku.

Firman juga menegaskan keinginannya untuk menjaga standar kepemimpinan HIPMI Kota Tasikmalaya yang dinilainya telah berjalan baik di bawah kepemimpinan Arif. Menurutnya, kepemimpinan selanjutnya harus mampu mempertahankan sekaligus melanjutkan capaian yang telah dibangun.

“HIPMI Kota Tasik ini sudah sangat baik di bawah kepemimpinan Arif. Jadi, saya punya standarisasi. Mungkin tidak boleh ada yang kurang dari kepemimpinan beliau,” tuturnya.

Indra Pilih Tidak Melanjutkan Pencalonan

Di sisi lain, Mohamad Indra Herlambang menegaskan keputusannya tidak melanjutkan proses pencalonan bukan karena menyerah ataupun mundur akibat tekanan. Ia menyebut keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi setelah mempertimbangkan keberlangsungan organisasi dan hubungan antarkader.

“Bukan mengalah, bukan mundur, ini pilihan saya,” ujar Indra saat mengantar Firman ke sekretariat Muscab VI BPC HIPMI Kota Tasikmalaya.

Indra mengatakan dirinya mempercayakan masa depan HIPMI Kota Tasikmalaya kepada Firman. Ia menilai rekannya tersebut memiliki gagasan serta visi dan misi yang kuat, terutama dalam mendorong iklim usaha yang lebih agresif dan kolaboratif.

“Yang harus diutarakan bahwa saya mempercayakan keberlangsungan HIPMI Kota Tasikmalaya oleh Saudara Firman karena gagasan dan visi misi beliau juga lebih bagus,” katanya.

Indra mengaku lebih mengkhawatirkan potensi keretakan hubungan pertemanan apabila kontestasi berlangsung dengan persaingan yang terlalu tajam di antara kelompok pendukung.

“Bukan takut, tapi yang paling takut adalah saya kehilangan teman. Kalau saya lanjutkan, mohon maaf kasar-kasarannya, itu bisa perang Bubat antara tim pendukung saya dan tim pendukung Firman,” ungkapnya.

Menurut Indra, regenerasi kepemimpinan merupakan bagian penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi. Ia menilai Firman memiliki semangat dan energi positif untuk membawa HIPMI Kota Tasikmalaya berkembang lebih jauh.

Ke depan, Indra berharap HIPMI dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi, baik di antara pengusaha muda dan sesama anggota, dengan HIPMI di daerah lain, maupun bersama pemerintah serta berbagai instansi.

“Yang paling penting adalah buat HIPMI itu sekarang connecting atau kolaborasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antarpengusaha perlu menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Sinergi dengan pemerintah dan instansi terkait juga dinilai penting untuk memperluas peluang usaha serta mendorong perkembangan dunia usaha di Kota Tasikmalaya.

Meski tidak melanjutkan pencalonan, Indra menyatakan tetap ingin berkontribusi bagi organisasi. Ia menyebut masih memiliki peran sebagai bendahara umum dan membuka peluang untuk ikut mengawal kepemimpinan berikutnya melalui peran pembinaan.

Dengan hanya satu bakal calon yang mengembalikan formulir, proses menuju penetapan Ketua Umum BPC HIPMI Kota Tasikmalaya periode 2026–2029 selanjutnya bergantung pada hasil verifikasi berkas oleh SC. Agenda Muscab berikutnya akan menyesuaikan tahapan yang ditetapkan panitia.***


Editor : JakaPermana