Gandeng 498 Unit Irema, Tasikmalaya Perkuat Pembinaan Remaja Cegah Geng Motor
Irema Kota Tasikmalaya memperkuat pembinaan remaja melalui jaringan 498 unit. Edukasi berbasis masjid dan sekolah digencarkan untuk mencegah geng motor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Ikatan Pemuda remaja masjid Indonesia (Irema) Kota Tasikmalaya memperkuat pembinaan generasi muda untuk menekan kenakalan remaja, khususnya aksi geng motor dan perilaku anarkis di jalanan. Dengan dukungan jaringan 498 unit Irema, edukasi karakter diupayakan menjangkau lingkungan sekolah dan masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui diskusi panel bertajuk “Remaja Cerdas Karakter Berkelas: Menolak Dekadensi Moral dan Anarkisme Jalanan” yang diinisiasi Lembaga Penyuluhan dan Pembinaan Remaja Masjid (LPPRM) BKPRMI bersama Irema Kota Tasikmalaya di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan itu melibatkan 250 peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA, guru bimbingan konseling, tokoh agama, serta unsur pemerintah. Forum tersebut menjadi ruang edukasi bagi remaja untuk memahami pentingnya menjaga perilaku dan menyalurkan potensi melalui kegiatan positif.
Ketua Pemuda Irema Kota Tasikmalaya sekaligus penanggung jawab kegiatan, Nandang Ali Nurjaman, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap persoalan kenakalan remaja yang berdampak pada rasa aman masyarakat.
“Pertama kami dari Irema Kota Tasikmalaya merasa terketuk hati, terpanggil, dengan situasi dan kondisi generasi muda saat ini terutama kaitan dengan berandalan bermotor, geng motor yang saat ini masih terus menjadi berita yang fenomenal di masyarakat,” ujar Nandang.
Menurutnya, keresahan terhadap perilaku remaja tidak hanya dirasakan masyarakat umum, tetapi juga kalangan pendidikan, mulai dari siswa hingga guru dan kepala sekolah.
Karena itu, Irema berupaya mengambil peran lebih aktif melalui edukasi dan pembinaan. Organisasi tersebut juga ingin memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk unsur Brimob, Polres Tasikmalaya Kota, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
“Kami siap memberikan edukasi kepada pelajar, guru, kepala sekolah, dan warga,” katanya.
Remaja Perlu Ruang untuk Mengembangkan Potensi
Nandang menilai pembinaan remaja tidak cukup hanya dilakukan melalui imbauan. Generasi muda perlu mendapat ruang untuk mengekspresikan kemampuan, mengembangkan potensi, dan terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat.
Salah satu kegiatan yang ingin kembali digiatkan ialah aktivitas keagamaan di lingkungan masjid, seperti program Magrib Mengaji. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperkuat karakter sekaligus membangun kedekatan remaja dengan lingkungan sosial.
Dalam diskusi itu, Nandang juga menyoroti tiga potensi generasi muda, yakni sebagai inspirator, motivator, dan inovator. Ketiganya perlu diarahkan agar menghasilkan kontribusi positif bagi lingkungan.
Remaja juga didorong untuk memiliki prinsip, tidak mudah terpengaruh ajakan yang belum jelas kebenarannya, serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan gawai.
Brimob Dorong Penyaluran Energi Muda Lewat Prestasi
Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kompol Ajang Suhendar, yang menjadi salah satu pemateri, mengingatkan pentingnya menyalurkan energi dan semangat anak muda melalui kegiatan yang aman, produktif, dan sesuai aturan.
Menurutnya, aksi geng motor dan tindakan anarkis bukan cara yang tepat untuk menunjukkan keberanian maupun memperoleh pengakuan dari lingkungan pergaulan.
“Oleh karena itu, energi dan adrenalin masa muda harus disalurkan ke dalam wadah prestasi fisik atau akademik yang legal,” kata Ajang.
Ia mendorong remaja mengembangkan minat dan bakat melalui olahraga, seni, kegiatan akademik, aktivitas sosial, serta pembinaan keagamaan. Berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk meraih prestasi sekaligus membangun pergaulan yang sehat.
Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat, menekankan pentingnya keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam membentuk generasi muda berkualitas.
Menurutnya, karakter kuat dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting bagi remaja dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu melahirkan kreativitas dan inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah maupun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Masjid Didorong Jadi Pusat Pembinaan Karakter
Dari sisi pemerintah daerah, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam upaya membina generasi muda.
Ia menilai masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berpotensi menjadi ruang pendidikan karakter, pengembangan kepemimpinan, dan pembentukan kepedulian sosial bagi kalangan remaja.
Uus berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan berkembang menjadi gerakan pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Dari zaman sebelum kemerdekaan dan dari tokoh nasional, rasanya sudah banyak tokoh-tokoh nasional yang lahir dan berkembang dari masjid. Mudah-mudahan ini menjadi spirit buat kita,” ujarnya.
“Kegiatan ini mudah-mudahan menjadi momentum, semoga ini menjadi kegiatan yang berkesinambungan yang terus bisa diselenggarakan,” tambah Uus.
Melalui jaringan 498 unit Irema, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat pembinaan remaja berbasis masjid. Sinergi organisasi kepemudaan, sekolah, aparat keamanan, tokoh agama, dan pemerintah menjadi salah satu upaya mengarahkan potensi generasi muda pada kegiatan konstruktif serta mencegah keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan dan anarkisme jalanan.***
Editor : JakaPermana
