Gangguan Penglihatan Anak Kian Memprihatinkan, Lebih dari 1.100 Anak dan Warga Cimahi dapat Pemeriksaan Mata Gratis

Masalah kesehatan mata pada anak-anak semakin menjadi perhatian serius, tidak hanya dari pemerintah namun juga organisasi sosial. 

Gangguan Penglihatan Anak Kian Memprihatinkan, Lebih dari 1.100 Anak dan Warga Cimahi dapat Pemeriksaan Mata Gratis
Seorang pelajar di KOta Cimahi mendapatkan pemeriksaan mata grtais

INILAHKORAN.ID – Masalah kesehatan mata pada anak-anak semakin menjadi perhatian serius, tidak hanya dari pemerintah namun juga organisasi sosial. 

Di Kota Cimahi, upaya itu diwujudkan melalui kegiatan pemeriksaan mata gratis yang digelar Lions Club (organisasi sosial internasional) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi, serta Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Barat.
 
Kegiatan yang bertujuan sebagai screening dini gangguan penglihatan ini menyasar masyarakat umum, khususnya anak-anak dan kader PKK. 

Dilaksanakan selama lima hari di beberapa lokasi, jumlah peserta bahkan melebihi target awal, yakni mencapai 1.110 orang dari yang direncanakan 1.000 orang.
 
“Pemeriksaan ini kami laksanakan dengan bantuan Lions Club dan TP PKK Provinsi Jawa Barat. Untuk Kota Cimahi, total peserta mencapai 1.110 orang yang dibagi ke beberapa lokasi,” ujar Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi Fitriani Manan di sela kegiatan di Aula B, Selasa 16 Desember 2025.
 
Di Aula B sendiri, sebut Fitriani, peserta yang mengikuti pemeriksaan pada hari itu mencapai 310 orang, terdiri dari 150 kader PKK dan 160 siswa SMA dari berbagai wilayah Kota Cimahi. 

"Sementara itu, 258 orang lainnya diperiksa di Rumah Sakit Cibabat, 99 orang di Rumah Sakit Dustira, dan sebanyak 443 orang di Optik Raya," sebutnya.
 
Fitriani menilai kegiatan ini sangat penting mengingat kasus gangguan penglihatan pada anak-anak semakin meningkat, bahkan sejak usia taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar. 

Banyak di antaranya yang harus menggunakan kacamata, namun kondisi tersebut seringkali terlambat terdeteksi karena kurangnya pemeriksaan rutin.
 
“Kini banyak anak yang mengalami masalah penglihatan sejak usia muda, tapi tidak segera diketahui," ucapnya. 

"Kegiatan ini harapannya bisa membantu menemukan gangguan lebih awal, sehingga penanganannya bisa lebih efektif dan tidak mengganggu aktivitas belajar mereka,” jelasnya.*** 


Editor : Ahmad Sayuti