Gawang Argentina Bisa Dia Jebol, Tapi di Hadapan Maarten Paes, Salem Al Dawsari Mati Kutu
Banyak kiper kelas dunia pernah ditaklukkan Salem Al Dawsari. Tapi, di hadapan kiper Timnas Indonesia Maarten Paes, penyerang Arab Saudi itu mati kutu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Banyak kiper kelas dunia pernah ditaklukkan Saleem Al Dawsari. Tapi, di hadapan kiper Timnas Indonesia Maarten Paes, penyerang Arab Saudi itu mati kutu.
Saleem Al Dawsari menjadi pemain Arab Saudi yang paling banyak menyerang hingga ke kotak penalti Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Jumat 6 September 2024 dinihari.
Wajar jika dia ingin mencatatkan namanya dalam daftar pencetak gol dan menjebol gawang Maarten Paes . Sebab, dia ingin menjadikan gawang Indonesia jadi sasaran golnya.
Sejak awal dia sudah berambisi menjadikan gawang Indonesia sebagai gawang timnas ke-18 yang dia jebol. Selama ini, Al Dawsari sudah mencetak 22 gol ke gawang 17 timnas yang berbeda.
Sebelumnya, Al Dawsari pernah mencetak gol internasonal ke gawang Australia, Uzbekistan, Argentina, Uni Emirat Arabn, Meksiko, Bolivia, Jamaika, Yunani, Singapura, Tajikistan, Yaman, Palestina, Venezuela, Vietnam, Korea Utara, Mesir dan Mali.
Salah satu yang paling mengesankan adalah saat dia menjebol gawang Emilio Martinez, kiper Argentina, di Piala Dunia 2022 lalu. Saat itu, dia mencetak gol penentu kemenangan Arab Saudi atas Argentina.
Kalau saja dia sukses mencetak gol ke gawang Indonesia, dia jadi pemain berperingkat keenam yang mencetak gol ke banyak lawan Arab Saudi.
Tapi kali ini dia gagal. Menjebol gawang Maarten Paes tak semudah seperti yang dia lakukan ke gawang Emilio Martinez.
Penyelamatan penalti dari kiper timnas Indonesia Maarten Paes mewarnai hasil imbang 1-1 pada laga Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia kontra tuan rumah Arab Saudi, Jumat dini hari WIB.
Paes menggagalkan tendangan penalti kapten Arab Saudi Salem Al Dawsari pada menit ke-79 yang membuat pertandingan tersebut berakhir sama kuat.
Pada laga yang digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, itu, Indonesia melesakkan gol terlebih dahulu melalui Ragnar Oratmangoen sebelum dibalas Arab Saudi via sepakan Musab Aljuwayr.
Alih-alih bertahan, timnas Indonesia menerapkan permainan menyerang saat melawan Arab Saudi yang langganan tampil di Piala Dunia.
Strategi tersebut membuat Arab Saudi kelabakan. Hasilnya, Indonesia berhasil mencuri gol terlebih dahulu melalui Ragnar Oratmangoen pada menit ke-19.
Namun, pada menit ke-45+3, Arab Saudi sukses menyamakan kedudukan lewat Musab Aljuwayr. Paruh pertama pun berakhir sama kuat 1-1.
Pada babak kedua, Arab Saudi menunjukkan taring mereka yang sebenarnya. Percobaan-percobaan tembakan ke arah gawang Indonesia dilancarkan, tetapi barisan pertahanan "Garuda" mampu menahan dengan baik.
Petaka untuk Indonesia datang pada menit ke-77. Maarten Paes, penjaga gawang klub FC Dallas yang mencatatkan debut di timnas Indonesia pada laga tersebut, melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti, di mana dirinya menekel penyerang Arab Saudi Feras Albrikan.
Namun, Paes mampu bertanggung jawab atas kesalahannya dengan menepis sepakan 12 pas kapten Arab Saudi Salem Al Dawsari.
Setelah itu, Maarten Paes melakukan setidak-tidaknya dua kali penyelamatan penting lainnya yakni pada menit ke-88 dari sepakan jarak jauh Mohammed Kanno dan ke-90+3 ketika dirinya sudah berhadapan satu lawan satu dengan Feras Albrikan. (*)
Editor : Zulfirman

