Glenn Sugita Beberkan Rencana Persib Bandung Selama Mengelola Stadion GBLA
Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Glenn Sugita beberkan rencananya dalam mengelola Stadion GBLA. Apalagi waktunya selama 30 tahun ke depan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Glenn Sugita beberkan rencananya dalam mengelola Stadion GBLA. Apalagi waktunya selama 30 tahun ke depan.
Glenn Sugita memastikan prioritas utama dalam mengelola Stadion GBLA adalah rumputnya. Menurutnya, diperlukan perhatian khusus.
“Mungkin harus ada perbaikan-perbaikan di Stadion GBLA. Tapi caranya gimana, misalnya apakah kita ganti semua rumputnya, apakah kita juga punya nursery di tempat lain sehingga kalau yang rusak-rusak bisa langsung diganti,” kata Glenn Sugita.
Tidak hanya itu, Glenn juga mengaku memiliki rencana untuk meminta bantuan kepada orang yang biasanya melakukan perbaikan rumput di lapangan golf. Sebab rumput lapangan golf jauh lebih baik dalam perawatannya.
“Apalagi rumput green ataupun fairway kalau main golf itu jauh lebih rata ya daripada ini. Jadi gimana caranya kok bisa bagus begitu sedangkan kalau dipukul kan pasti banyak bolong-bolong, Apakah ini bisa? Kita juga gak tahu. Nah ini kita juga baru membuka diskusi,” tuturnya.
Selain rumput lapangan, lanjutnya, Persib Bandung berencana untuk memasang turnstile atau gerbang putar untuk bisa masuk ke dalam Stadion GBLA.
“Turnstile itu dengan gak hanya view output tapi juga dengan face recognition. Jadi orang yang datang akan dilihat bukan cuma dari tiket yang dia beli juga, tapi benar-benar orang yang beli tiket itu yang datang ke stadion,” bebernya.
Menurutnya, ini sangat penting. Tujuannya demi membuat para penonton yang datang ke Stadion GBLA terasa aman dan nyaman.
“Jadi yang soal nukerin (tiket) gelang dan segala macam itu sebenarnya kita tidak mau membuat sulit Bobotoh. Kita tidak mau membuat bobotoh untuk melakukan, datang jauh-jauh sehari sebelumnya atau kalau ini dari sebuah kota datang pagi-pagi, menunggu kan,” katanya.
Ia tak mau kejadian pada 4 tahun lalu terulang. Saat itu Persib Bandung hanya menjual 15 ribu tiket untuk laga persahabata, namun yang datang mencapai 50 ribu orang.
“Dan ada yang korban 2 orang. Nah ini yang menjadi PR jadi dari Bapak Bapak dari pihak Kepolisian bagaimana caranya agar 35 ribu orang yang gak punya tiket itu jangan datang ke stadion, bagaimana caranya,” ulasnya.
Alasan ini yang membuat Persib Bandung dan pihak kepolisian melakukan pemeriksaan kepada Bobotoh yang datang ke Stadion GBLA dalam tiga ring. Setidaknya harus sudah menggunakan tiket gelang pada lengannya.
“Jadi gelang itu harus diambil hari yang sama. Kalau hari sebelum-sebelumnya bisa jadi banyak juga yang meng-copy gelang tersebut. Jadi besoknya semua orang udah punya gelang padahal gak punya tiket,” jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani

