Golkar Sambut Haru Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Deden Nasihin, menyambut dengan haru dan bangga keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto, sebagai pahlawan nasional.
Menurut Deden, keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan negara terhadap pemimpin besar yang telah meninggalkan jejak abadi dalam sejarah pembangunan Indonesia.
“Keputusan Presiden Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tahu berterima kasih. Pak Harto bukan hanya tokoh penting bagi Partai Golkar, tetapi juga figur sentral dalam membangun fondasi ekonomi, sosial, dan politik Indonesia modern,” ujar Deden, Selaaa (11/11/2025).
Senada dengan itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi sekaligus Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menilai keputusan Presiden Prabowo sebagai langkah berani dan bijaksana dalam menempatkan sejarah secara adil.
“Pak Harto adalah sosok yang berdedikasi tinggi dan visioner. Beliau mengabdikan seluruh hidupnya untuk bangsa. Keputusan ini menjadi simbol rekonsiliasi sejarah yang menyejukkan. Kami di Golkar merasa bangga dan bersyukur atas pengakuan ini,” tutur Budi.
Deden menambahkan, perjalanan panjang Soeharto—dari perwira muda hingga menjadi presiden—menunjukkan keteguhan seorang pemimpin sejati.
“Serangan Umum 1 Maret 1949 yang beliau pimpin menjadi bukti ketegasan dan keberanian sejak usia muda. Setelah menjadi presiden, beliau membawa bangsa ini dari kondisi sulit menuju stabilitas dan kemajuan,” jelasnya.
Ia menegaskan, warisan konkret Soeharto masih terasa hingga kini.
“Beliau meninggalkan infrastruktur, swasembada pangan, program pemerataan pembangunan desa, hingga kebijakan ekonomi yang mampu menggerakkan jutaan rakyat keluar dari kemiskinan. Banyak sistem yang beliau bangun—mulai dari kelembagaan pemerintahan hingga konsep pembangunan nasional—masih menjadi rujukan kebijakan publik hari ini,” ujarnya.
Deden juga mengajak generasi muda untuk meneladani keteguhan dan semangat pengabdian Soeharto.
"Pak Harto mengajarkan arti kerja keras, kesabaran, dan keberanian dalam mengambil keputusan. Nilai-nilai itu harus terus dihidupkan oleh kader Golkar dan seluruh bangsa,” katanya.
Sementara itu, Budi menilai momen ini sebagai pengingat penting bagi Partai Golkar untuk terus melanjutkan semangat pembangunan yang diwariskan Soeharto.
“Kader Golkar harus menjadikan nilai pengabdian Pak Harto sebagai cermin perjuangan. Beliau adalah sosok yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ucapnya.
Deden menutup pernyataannya dengan ajakan agar masyarakat menyikapi keputusan ini dengan semangat persatuan dan kebanggaan nasional.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendirinya. Dengan penetapan ini, kita tidak hanya mengenang Pak Harto, tetapi juga memperkokoh arah pembangunan yang berpihak pada rakyat serta menguatkan semangat kebangsaan menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaulat,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
