Hajat Cai, Syukur Mengalir Sepanjang Zaman
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
TRADISI Hajat Cai menjadi pengingat pentingnya menjaga sumber air. Pelestarian lingkungan dan perawatan infrastruktur menjadi kunci keberlanjutan pasokan air bersih.
Air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari yang mengalir dari keran rumah. Di balik ketersediaannya, ada sumber daya alam yang harus dijaga, infrastruktur yang perlu dirawat, serta tanggung jawab bersama agar pasokan air bersih tetap berkelanjutan.
Kesadaran itulah yang mengemuka dalam tradisi Hajat Cai di Reservoir Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cibanteng, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (14/10).
Kegiatan tahunan yang digelar di fasilitas milik Perumda Air Minum Tirta Wibawa Mukti tersebut menjadi ruang untuk meneguhkan rasa syukur sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga sumber air.
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, air merupakan anugerah yang menopang kehidupan masyarakat. Ketersediaannya tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang akan selalu ada tanpa upaya pelestarian.
"Air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan. Ketersediaan air bersih yang memadai dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat," kata Asep.
Bagi Asep, Hajat Cai memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar tradisi tahunan. Kegiatan ini mengingatkan masyarakat bahwa pemanfaatan air harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kelestarian sumbernya.
Namun, menjaga ketersediaan air tidak cukup hanya dengan membangun kesadaran. Infrastruktur yang menyalurkan air hingga ke masyarakat juga harus dipastikan berfungsi dengan baik.
Karena itu, pemantauan dan pemeliharaan fasilitas SPAM Cibanteng menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi aset, memastikan sarana dan prasarana berfungsi, serta mengidentifikasi kebutuhan perbaikan.
"Selain menjaga sumber air, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan infrastruktur penyediaan air minum dapat berfungsi dengan baik," ungkapnya.
"Untuk itulah, monitoring infrastruktur aset SPAM Cibanteng menjadi kegiatan yang penting dalam memastikan kondisi aset, keberfungsian sarana dan prasarana, serta kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan dapat diketahui secara langsung," jelasnya.
Asep mendorong Perumda Tirta Wibawa Mukti untuk terus meningkatkan standar pengelolaan, melakukan pemeliharaan secara berkala, dan mengoptimalkan pemanfaatan aset. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan air bersih yang semakin baik bagi masyarakat.
Di sisi lain, keberlanjutan pasokan air juga bergantung pada kepedulian warga terhadap lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan di sekitar sumber air dapat mengancam kebersihan kawasan, sementara berkurangnya daerah resapan berpotensi memengaruhi ketersediaan air. (agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran
