Hampir 1 Ton Sampah Plastik Dikumpulkan Selama Asia Africa Festival 2026
Selama perhelatan Asia Africa Festival, sebanyak 807 kilogram sampah plastik, berhasil dikumpulkan dan dipilah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di balik kemeriahan Asia Africa Festival (AAF) 2026 yang dihadiri ribuan pengunjung, Pemerintah (Pemkot) Kota Bandung mencatat capaian lain dalam pengelolaan lingkungan. Sebanyak 807 kilogram sampah plastik, berhasil dikumpulkan dan dipilah selama dua hari pelaksanaan festival.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menyampaikan, pengelolaan sampah dilakukan bekerja sama dengan pegiat lingkungan WAHU sebagai bagian dari upaya menjadikan AAF sebagai event yang berkelanjutan.
"Selama dua hari itu, kita bisa mengumpulkan sampah plastik sampai 807 kilogram. Itu hampir satu ton atau setara kurang lebih 5-6,67 meter kubik," kata Adi Junjunan Mustafa, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, sekitar 80 persen dari total sampah yang terkumpul merupakan sampah plastik. Sementara sisanya terdiri atas 10 persen sampah organik, dan 10 persen sampah residu yang juga langsung dipilah untuk diolah.
"Plastik ini langsung bisa dikumpulkan dan diolah secara terpadu selama kegiatan berlangsung. Yang lainnya ada sampah organik 10 persen dan sampah residu 10 persen," ucapnya.
Adi menuturkan, pengelolaan sampah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah menjadikan Asia Africa Festival sebagai kegiatan yang tidak hanya menghadirkan hiburan. Namun juga memperhatikan aspek lingkungan.
"Kegiatan ini ingin menunjukkan kepedulian terhadap masalah lingkungan dan sampah. Kita ingin event ini juga menjadi sustainable event dari kacamata lingkungan," ujar dia.
Selain pengelolaan sampah, Disbudpar juga mengukur jejak karbon yang dihasilkan selama pelaksanaan festival. Berdasarkan hasil pengukuran, AAF 2026 menghasilkan emisi karbon sebesar 10,82 ton CO2.
"Setiap kegiatan pasti menghasilkan emisi karbon, misalnya dari penggunaan genset dan aktivitas lainnya. Karena itu kami menghitung emisinya agar bisa dilakukan kompensasi terhadap lingkungan," tuturnya.
Sebagai bentuk kompensasi, penyelenggara akan menjalankan program carbon offset melalui penanaman 110 pohon produktif. Pohon tersebut akan didistribusikan ke Kecamatan Sumur Bandung, Regol dan Lengkong sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan festival.
Editor : Ahmad Sayuti
