Hendak Tawuran di Kuburan Cina Dekeng, 11 Pelajar di Bogor Diamankan Polisi

Ke-11 pelajar SMP yang diamanakn tersebut merupakan pelajar dari 5 sekolah berbeda, Polisi menyita satu buah senjata tajam (Sajam) jenis celurit.

Hendak Tawuran di Kuburan Cina Dekeng, 11 Pelajar di Bogor Diamankan Polisi

INILAHKORAN, Bogor - Polsek Bogor Selatan menangkap sebanyak 11 pelajar setingkat SMP di Kota Bogor yang hendak melakukan tawuran pada Rabu, 4 Oktober 2023 petang. 

Ke-11 pelajar SMP yang diamanakn tersebut merupakan pelajar dari 5 sekolah berbeda, Polisi menyita satu buah senjata tajam (Sajam) jenis celurit.

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Diana S menuturkan, para pelajar SMP di Kota Bogor hendak melakukan tawuran ini bermula adanya laporan dari masyarakat, yang melihat di area Jalan Cipaku melintas gerombolan berjumlah sekitar 50 orang. 

"Dimana, dua orang di antara gerombolan para pelajar SMP itu diketahui mengacung-acungkan Sajam sekitar pukul 14:30 WIB. Kemudian, saat berada di depan Kelurahan Kertamaya, gerombolan pelajar SMP ini dibubarkan warga sekitar sekitar pukul 14:50 WIB," tutur Diana kepada wartawan pada Kamis 5 Oktober 2023.

Diana menjelaskan, disaat bersamaan, warga dibantu staf kelurahan mengejar dan berhasil mengamankan sebanyak 8 pelajar. Disisi lain, Bhabinkamtibmas Cipaku Aiptu Oma K yang mengetahui kejadian ini langsung mengejar gerombolan para pelajar SMP tersebut sekitar pukul 15:00 WIB. 

"Dari hasil pengejaran, anggota berhasil mengamankan tiga orang yang berada di Jalan Cipaku, tepatnya di turunan Mbah Dalem. Setelah berhasil diamankan, ke-11 pelajar SMP ini pun dibawa ke Mako Polsek Bogor Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Total ada 11 pelajar diamankan, beserta sajam celurit 1 buah dan motor sebanyak 5 unit," jelas Diana.

Diana memaparkan, berdasarkan permintaan keterangan sementara, para pelajar dari 5 sekolah berbeda itu akan melakukan tawuran di sekitar area Kuburan Cina Dekeng, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Adapun, 5 sekolah itu berasal dari MTS Darussalam yang bergabung dengan SMP Muhammadiyah Empang. Kemudian, SMP PGRI 17 yang bergabung dengan SMP Kosgoro dan SMP Sapta Marga.

"Saat ini kelompok siswa masih dimintai keterangan lebih lanjut," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Ahmad Sayuti