HUT KE-25 Tasikmalaya:Pemerataan Pembangunan Jadi Sorotan

HUT KE-25 Tasikmalaya:Pemerataan Pembangunan Jadi Sorotan
EVALUASI: Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H Wahid menyoroti pemerataan pembangunan, kondisi ekonomi masyarakat, hingga pentingnya komunikasi yang baik di lingkungan pemerintahan.(INILAH/NUNUNG NUROHMAN)

INILAH, Tasikmalaya- Momentum Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kinerja pemerintah daerah sekaligus mendorong perbaikan pembangunan ke depan.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H Wahid menyoroti pemerataan pembangunan, kondisi ekonomi masyarakat, hingga pentingnya komunikasi yang baik di lingkungan pemerintahan.

Menurut Wahid, usia 25 tahun merupakan fase kematangan bagi Kota Tasikmalaya. Namun, di tengah situasi ekonomi dan keterbatasan anggaran yang dihadapi berbagai daerah, pemerintah tetap perlu melakukan evaluasi terhadap capaian maupun kekurangan selama ini.

"Alhamdulilah kita bersyukur bahwasannya Kota Tasikmalaya sekarang sudah menginjak usia 25 tahun. Usia 25 tahun ini tentu bukan usia yang muda tapi memang bisa dibilang usia yang matang," ujar Wahid, Senin, (19/10).

Ia menilai, kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama Wakil Wali Kota Diky Candra masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan keterbatasan anggaran akibat pengurangan bantuan transfer dari pemerintah pusat ke daerah.

Meski demikian, Wahid meminta kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk bersikap pesimistis. Ia mengapresiasi sejumlah capaian pemerintah, termasuk klaim penurunan angka kemiskinan sekitar satu persen, meskipun pelaksanaan program pembangunan dinilainya belum merata.

"Tapi tidak berkecil hati, jangan pesimistis. Bagaimanapun dilihat dari capaiannya memang ada, program walaupun memang jujur saja memang program kita belum merata," katanya.

Wahid juga menyoroti kondisi perekonomian masyarakat yang dinilainya masih menghadapi tekanan. Di sisi lain, pertumbuhan usaha seperti kedai kopi dan pembukaan sejumlah gerai baru di Kota Tasikmalaya menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tetap bergerak.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi fenomena yang perlu dicermati pemerintah. Di satu sisi, masyarakat masih merasakan kesulitan ekonomi, tetapi di sisi lain geliat usaha baru tetap terlihat dan berpotensi menjadi daya tarik bagi investor.

Ia berharap, perkembangan aktivitas usaha tersebut dapat menjadi peluang untuk mendorong kemajuan ekonomi Kota Tasikmalaya ke depan.

Selain persoalan ekonomi, Wahid menekankan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Ia menilai, keterbatasan anggaran kerap menjadi alasan belum optimalnya pembangunan di sejumlah wilayah.

Karena itu, momentum Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan menghadirkan perubahan nyata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Wahid juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang efektif, baik antara Wali Kota dan DPRD, antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota, maupun antara pimpinan daerah dengan jajaran di bawahnya.

Menurut dia, komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci untuk menyelesaikan persoalan pemerintahan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Ia mengingatkan, komunikasi yang tidak berjalan optimal berpotensi memicu miskomunikasi dan memperbesar persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan sejak awal. (nunung nurohman)


Editor : Inilahkoran