Hutan Terbakar Bara Menyebar

Hutan Terbakar Bara Menyebar
DITUTUP SEMENTARA: Kebakaran hutan Gunung Tangkuban Parahu 17 Oktober 2026, jalur Sukawana–Cikahuripan ditutup sementara.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

INILAH, Bandung - Kepulan asap masih membubung dari kawasan hutan Gunung Tangkuban Parahu, Sabtu (17/10) siang. Api yang membakar area di sekitar patok 60–61, tak jauh dari Benteng Cikahuripan, menyisakan kekhawatiran karena bara diduga masih tersimpan di balik semak belukar.

Lokasi kebakaran itu berjarak sekitar 500 meter dari kawasan wisata Nyawang Bandung, Kabupaten Bandung Barat. Informasi awal mengenai kepulan asap tebal diterima sekitar pukul 13.30 WIB dari anggota komunitas mobil Land Rover yang melintas di jalur off-road Sukawana–Cikole. Saat itu, titik pasti sumber api belum dapat dipastikan.

Kabar tersebut segera ditindaklanjuti. Komunitas Land Rover Cikole, Lembang, bersama petugas Polisi Kehutanan berupaya memadamkan api dengan peralatan yang tersedia. Namun, medan di kawasan hutan dan keterbatasan sumber air menjadi kendala untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat David Oot membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan, meski api tidak lagi terlihat, kepulan asap masih muncul dari area yang terbakar.

"Upaya pemadaman sudah dilakukan dengan peralatan yang tersedia. Saat ini titik api sudah tidak terlihat, tetapi kepulan asap masih ada sehingga kami belum bisa memastikan api benar-benar padam," kata David saat dihubungi, Minggu (18/10). 

Upaya pendinginan pun menjadi perhatian. Peserta kegiatan off-road yang berada di lokasi diminta membantu mengangkut air ke kawasan Nyawang Bandung untuk mempercepat proses pendinginan area terdampak.

Di tengah upaya pemadaman, keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan lain. Sekitar pukul 15.00 WIB pada Sabtu, akses jalur Sukawana–Cikahuripan ditutup sementara dari kedua arah. Peserta kegiatan off-road diarahkan berhenti di kawasan Cikahuripan dan kembali melalui jalur Cikole.

Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi aktivitas di sekitar lokasi kebakaran selama kondisi kawasan belum dipastikan aman.

Kendati kobaran api telah mereda, ancaman belum sepenuhnya berlalu. Bara yang masih menyala di dalam semak belukar berpotensi memicu kebakaran kembali, terutama jika tidak ditemukan dan ditangani hingga tuntas.

Karena itu, pemantauan diperketat. Komunitas Land Rover Cikole kembali mendatangi lokasi pada Minggu pagi untuk melakukan pengecekan menyeluruh, sekaligus memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi membesar.

David mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak mendekati kawasan terdampak sampai kondisi dinyatakan aman sepenuhnya. (agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran