IAPE 2024 Angkat Tren Dekorasi Apparel, Pemprov Jabar Dorong Akses Teknologi untuk IKM

Industri apparel dan percetakan tekstil kembali mendapat panggung melalui Indonesia Apparel Production Expo IAPE 2025. Pameran tersebut kini sudah memasuki tahun ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2014.

IAPE 2024 Angkat Tren Dekorasi Apparel, Pemprov Jabar Dorong Akses Teknologi untuk IKM
Ketua Penyelenggara IAPE 2025 Bryan Whildan Arsaha menjelaskan, dekorasi kini tidak hanya terbatas pada interior tetapi juga menjadi elemen penting dalam fashion. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Industri apparel dan percetakan tekstil kembali mendapat panggung melalui Indonesia Apparel Production Expo IAPE 2025. Pameran tersebut kini sudah memasuki tahun ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2014.

Tahun ini, pameran IAPE 2025 menyoroti tren real production and decorate yang menekankan pentingnya peran dekorasi dalam pakaian.

Ketua Penyelenggara IAPE 2025 Bryan Whildan Arsaha menjelaskan, dekorasi kini tidak hanya terbatas pada interior tetapi juga menjadi elemen penting dalam fashion.

“Kalau tahun ini kita mengangkatnya tren apa real production dan decorate. Jadi setiap apa yang dilaksanakan, apa yang digunakan itu pasti ada peran dari dekorasi di pakaian. Jadi bukan hanya interior saja yang di dekorasi, tapi pakaian pun bisa di dekorasi. Jadi mulai dari bordir, sablon, sublim itu semuanya hasil dari produk dekorasi di apparel. Arahnya yang tahun ini ke arah sana,” ujar Bryan, Rabu 17 September 2025.

Pameran tahun ini menghadirkan sekitar 23 peserta dengan variasi produk yang cukup luas, mulai dari bahan baku hingga mesin produksi. Sebagian besar berasal dari Bandung dengan jaringan usaha yang tersebar di 11 kota di Indonesia.

Bryan menambahkan, konsistensi peserta juga terlihat dari keikutsertaan perusahaan pionir sejak 2014, termasuk produsen mesin bordir kelas dunia. 

“Salah satu pionir dan salah satu yang konsisten dari 2014 itu ikut pameran Indonesia Real Production Expo, juga di dalam ada mesin bordir juga Tajima. Yang itu skalanya, kalau Tajima itu sudah menu istandar untuk ekspor, digunakan untuk ekspor,” jelasnya.

Mesin bordir tersebut banyak digunakan perusahaan yang ingin melakukan ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi. Selain dari Bandung, peserta juga datang dari Jakarta dan daerah lain, mencakup supplier dan distributor untuk industri digital printing serta brand apparel.

Terkait transaksi, Bryan menyebutkan tidak ada target khusus, tetapi potensi nilainya cukup besar. “Kalau di acara ini bisa sampai Rp500 juta itu bisa,” ujarnya. 
Menurutnya, pameran di Bandung memberikan alternatif akses bagi pelanggan agar tidak selalu harus datang ke pameran di Jakarta. “Biasanya akan di follow up setelah pameran,” tambahnya.

Dukungan terhadap acara ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dan Pemberdayaan Industri Disperindag Jabar, Meidy Mahardani, menekankan bahwa teknologi printing berkembang cepat dan pelaku usaha lokal harus mampu beradaptasi.

“Teknologi berkembang cepat. Perkembangannya mirip-mirip, ada intervensi software, kontrol, sensor, tinta printing. Pemprov Jabar ingin memfasilitasi maksimal pelaku usaha printing di Jabar. Di Jabar banyak satpel. Produk sepatu, tekstil ada di Majalaya,” ucap Meidy.

Meidy menambahkan, keberadaan mesin-mesin baru di pameran ini dapat menjadi inspirasi bagi IKM di Jabar untuk mengaplikasikan teknologi terkini. 

“PR masih banyak. Liat mesin di dalam jadi insight untuk diaplikasikan di satpel. Semoga kami bisa maksimal membantu,” katanya.

Menurut Meidy, pemerintah terus meng-upgrade satuan pelayanan (satpel) agar bisa digunakan masyarakat dengan biaya terjangkau. “Secara pengembangan industri, menjadi kewajiban kami pemerintah tapi tidak terbatas, butuh dukungan dari pelaku usaha,” jelasnya.

Ia berharap IAPE 2025 dapat membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berwirausaha di sektor kreatif, bukan hanya bergantung pada lapangan kerja formal. “Semoga acara ini berjalan lancar memberikan inspirasi bagi seluruh pelaku usaha printing dan grafika,” tutup Meidy.

IAPE 2025 ini sendiri digelar sejak 17-20 September 2025 di Bandung Convention Centre. Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan bagi-bagi seribu kaos gratis, yang langsung dicetak.


Editor : Doni Ramdhani