Igor Pasang Badan
PELATIH P Persib Bandung, Igor Tolic mengaku menyayangkan atas hujatan yang dilontarkan Bobotoh kepada pemainnya Kakang Rudianto.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Muhammad Ginanjar
Hujatan dengan kata Kakang ‘butut’ alias jelek dilontarkan Bobotoh di tribun penonton saat Persib menghadapi Dewa United dalam lanjutan Super League 2026/2027.
Dalam laga yang digelar di Stadion si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, Minggu (11/10) malam WIB, itu Kakang tampil sebagai starter.
Kata-kata itu diteriakan Bobotoh dimulai setelah Persib kebobolan lebih dulu melalui gol Egy Maulana Vikri pada menit ke-23.
Kekecewaan Bobotoh kembali mencuat ketika Dewa United menggandakan keunggulan lewat gol Noah Wali Sadaoui pada menit ke-45.
Meski Persib berhasil menyamakan kedudukan melalui Balsa Sekulic pada menit ke-51 dan Marc Klok pada menit ke-54, kekecewaan Bobotoh terhadap penampilan Kakang belum mereda.
Hingga peluit panjang dibunyikan, teriakan Kakang butut kembali terdengar dari tribun penonton.
“Saya sudah katakan bahwa jika seseorang harus dikritik, itu adalah saya, bukan para pemain, karena saya yang menempatkan para pemain, saya yang menempatkan para pemain di lapangan,” ujar Igor usai pertandingan.
Menurutnya, jadwal padat menjadi salah satu faktornya. Terbukti, Persib baru melakoni laga melawan Port FC tiga hari sebelumnya hingga akhirnya bertarung melawan Dewa United.
“Jadwalnya seperti ini. Anda punya waktu kurang dari 72 jam dengan penerbangan. Jadi, liga membuat jadwal, mereka menempatkan kami di kompetisi. Siapa pun kami, begitulah adanya, dan kemudian kami menjalani semua pertandingan, jadi pada akhirnya kita akan melihat apa yang terjadi,” tuturnya.
Karena itu, lanjutnya, tidak mudah bagi pemain menghadapi setiap pertandingannya meski sudah berupaya untuk tampil dengan baik.
“Anda pergi ke pertandingan Liga Champions, itu level yang berbeda. Anda pergi Shopee Cup, itu level yang berbeda.
Ini seperti bayangkan setiap tiga hari Anda bermain melawan Persija atau Dewa. Dan Dewa adalah tim yang bagus, fokus hanya pada satu kompetisi. Memiliki fasilitas yang luar biasa, memiliki bonus yang luar biasa, gaji yang bagus, pemain yang bagus, dan hanya fokus pada satu kompetisi, dan kita memiliki empat (kompetisi),” katanya.
Igor tak menampik Bobotoh berhak memberikan kritik kepada Persib. Sebab para suporter itu ingin melihat penampilan terbaik tim kesayangannya dengan membeli tiket pertandingan.
“Tapi seperti yang saya katakan, kritiklah pelatih.
Anda bisa bilang taktik, bla bla bla, rotasi, bla bla, itu bukan masalah. Tetapi untuk mengkritik Kakang, itu tidak normal,” tegasnya.
Sementara itu, Igor menerima dengan lapang dada atas hasil imbang yang didapatkan timnya saat berhadapan dengan Dewa United.
Igor mengakui timnya melakukan dua kesalahan di babak pertama hingga akhirnya Dewa United berhasil mencetak dua gol melalui Egy Maulana Vikri pada menit ke-23 dan Noah Wali Sadaoui pada menit 45.
“Kami harus menerima hukuman atas kesalahan tersebut. Sebab, kami menghadapi tim yang bagus dan fokus pada kompetisi liga. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas.
Setelah itu, memang sulit bagi kami untuk mengejar ketertinggalan,” ujar Igor usai pertandingan.
Pelatih asal Kroasia ini menilai sebenarnya Persib menciptakan beberapa peluang pada babak pertama, namun skor tak berubah hingga peluit dibunyikan.
“Kemudian, pada babak kedua, kami mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengejar ketertinggalan dan berhasil mencetak dua gol,” katanya.
Kedua gol tersebut masing-masing melalui Balsa Sekulic pada menit 51 dan Marc Klok pada menit 54.
Namun, Igor melihat para pemainnya mulai kelelahan hingga akhirnya laga berakhir imbang 2-2.
“Tapi saya rasa para pemain layak mendapatkan apresiasi atas poin yang berhasil diraih,” tambahnya.
Menurutnya, para pemainnya benar-benar menunjukan karakter luar biasa meski pada akhirnya harus berakhir dengan skor imbang 2-2.
“Mereka berjuang bersama, bermain bersama, dan melakukan segalanya demi satu sama lain,” pungkasnya. (bsf)
Editor : Inilahkoran
