Ikut Program Warteg Gratis Berbagi Kebaikan, Pengusaha Rumah Makan Padang Muda ini Punya Pemasukan Tetap

Tak ada kata gengsi untuk sukses bagi Aldo Mardiandi pemilik Rumah Makan Padang Putri Minang yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara No. 211 RT 01/16, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Ikut Program Warteg Gratis Berbagi Kebaikan, Pengusaha Rumah Makan Padang Muda ini Punya Pemasukan Tetap

INILAHKORAN, Cimahi - Tak ada kata gengsi untuk sukses bagi Aldo Mardiandi pemilik Rumah Makan Padang Putri Minang yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara No. 211 RT 01/16, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Kendati lulusan mahasiswa teknik sipil dari salah satu perguruan tinggi di daerah Depok, namun pemuda berusia 24 tahun ini tak gengsi mencoba peruntungan baru di bidang usaha kuliner dengan meneruskan usaha Rumah Makan Padang.

Menurutnya, jika bekerja sesuai dengan bidang keahlian, yakni teknik sipil upahnya flat dan kalaupun ada proyek tidak selalu ada. Oleh karena itu, dirinya pun mencoba untuk menjalani bisnis Rumah Makan Padang sebagaimana yang dilakoni keluarga besarnya selama ini.

"Saya generasi ke-2 melanjutkan usaha warung nasi padang milik orang tua," ungkap pemuda asal Padang Pariaman, Sumatera Barat ini saat ditemui, Kamis 21 Maret 2024.

"Sebenarnya, keluarga besarnya sebagian besar memiliki usaha warung nasi padang," sambungnya.

Sementara orang tuanya, ungkap Aldo, juga membuka warung nasi padang di wilayah Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

"Kalau saya baru setengah tahun, kalau dulu saat mulai buka usaha ini, lokasi warung nasi padang milik orang tua itu di depan RS Dustira," ungkapnya.

Aldo mengaku, dirinya punya cara tersendiri dalam mengelola warung nasi padang miliknya. Yakni, dirinya membeli masakan yang akan dijajakan dari warung orang tuanya.

"Saya beli masakan padang orang tua saya untuk kembali saya jual di warung nasi padang saya agar pemasukan tetap stabil," ujarnya.

Meski sudah berjalan selama enam bulan, Aldo mengakui omzet yang dapat dari hasil penjualannya masih berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan.

"Penghasilan kotornya per hari itu Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu. Itupun saya fokuskan untuk mengembalikan pinjaman uang kontrakan rumah makan ini ke orang tua," ungkapnya.

"Tapi, saya sisihkan Rp 1 juta untuk uang saku sekadar untuk berjaga-jaga," imbuhnya.

Namun, pada bulan suci Ramadan ini dirinya bersyukur bisa berkolaborasi dengan Alfamart yang kembali menghadirkan program warteg gratis 'Berbagi Kebaikan' yang digelar secara nasional di mana sebanyak 100.000 paket dibagikan secara gratis kepada mereka yang membutuhkan.

"Ini program yang pertama kali saya lakukan selama Ramadan. Adanya program Warteg Gratis 'Berbagi Kebaikan' dari Alfamart ini memberikan saya pemasukan yang pasti," terang Aldo.

Aldo menyebut, dalam sehari dirinya harus menyiapkan 35 paket nasi padang lengkap dengan takjil untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Terutama, bagi masyarakat sekitar yang tak jauh dari Rumah Makan Padang Putri Minang.

"Satu paket itu harganya Rp 20.000 dikalikan 35 paket selama bulan suci Ramadan alhamdulilah ada pemasukan pasti," ungkapnya.

Branch Corporate Communication Alfamart Cimahi, Elisa Refila mengatakan, Warteg Gratis 'Berbagi Kebaikan' ini sudah memasuki tahun keempat yang dimulai sejak 2021 dengan membagikan tak kurang dari 100 ribu paket buka puasa gratis kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan secara ekonomi.

"Tujuannya selain berbagi kepada sesama saudara yang membutuhkan, program ini juga hadir untuk mendongkrak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," katanya.

Elisa menjelaskan, untuk di Kota Cimahi pihaknya memilih Rumah Makan Putri Minang yang berlokasi di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan. 

Kali ini, mereka diminta menyiapkan 35 paket makanan untuk berbuka per hari dan langsung dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

"Program ini digelar secara nasional selama bulan suci Ramadhan. Jadi, satu kantor cabang satu warteg atau rumah makan yang ikut dalam program Warteg Gratis Berbagi Kebaikan," jelasnya.

Elisa menyebut program ini dirancang secara kontinyu agar masyarakat. Khususnya, mereka yang membutuhkan bisa merasakan betul manfaat dari program Warteg Gratis 'Berbagi Kebaikan'.

"Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak hari pertama puasa. Sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan bagi mereka yang membutuhkan, namun juga bagi para pelaku UMKM itu sendiri," sebutnya.

"Oleh karena itu, kami juga harus memastikan lokasi warteg atau rumah yang akan dipilih untuk menjalankan program ini. Sehingga, diharapkan betul-betul sesuai dengan target yang dituju," sambungnya.

Sementara itu, Salah seorang warga dari Kampung Hujung Kidul RT 08/07, Kelurahan Utama, Yuyun Yuningsih (62) mengaku baru pertama ikut antre Warteg Gratis 'Berbagi Kebaikan' ini. Dirinya sengaja datang ke Rumah Makan Padang Putri Minang sejak pukul 16.30 WIB.

"Dari kemarin gak kebagian, saya tahu ada bagi-bagi nasi padang gratis dari tetangga. Kebetulan tetangga saya itu dapat kemarin," ujarnya.

Perempuan paruh baya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Alfamart yang menghadirkan program Warteg Gratis 'Berbagi Kebaikan' ini.

Pasalnya, Yuyun merasa sedikit terbantu lantaran bisa sedikit berhemat dalam pengeluaran keluarganya.

"Alhamdulillah ibu bisa sedikit berhemat karena dalam sebulan penghasilannya Rp 240 ribu dari nyuci baju orang. Seminggu, ibu cuma dapat Rp 60 ribu," ungkap janda yang tinggal dengan lima orang keluarga ini.

Berdasarkan pantauan Inilah koran, puluhan paket nasi padang dan takjil tersebut habis tak kurang dari 5 menit diburu warga. Bahkan, masih banyak warga yang pulang dengan tangan kosong lantaran tak kebagian paket makanan untuk berbuka puasa tersebut.

Diketahui, Alfamart Alfagift kembali bagikan paket buka puasa gratis untuk duafa. Ramadan ini bagikan total lebih dari 35.000 paket buka puasa selama bulan puasa. Didukung oleh Bebelac, Heinz ABC, Bank Aladin Syariah dan Aqua, Warteg Gratis ‘Berbagi Kebaikan’ dilaksanakan tersebar di 34 kota/ kabupaten di Indonesia, bertujuan memberikan duafa makan berbuka puasa yang sehat dan higienis.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana