Ini Cagar Budaya di Kota Bandung Dijadikan Tempat Perayaan Persib Juara

Perayaan juara Persib Bandung dipastikan akan digelar di salah satu ikon bersejarah Kota Bandung, kawasan Balkon Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika.

Ini Cagar Budaya di Kota Bandung Dijadikan Tempat Perayaan Persib Juara
Perayaan juara Persib Bandung dipastikan akan digelar di salah satu ikon bersejarah Kota Bandung, kawasan Balkon Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika.

INILAHKORAN.ID - Perayaan Juara Persib Bandung dipastikan akan digelar di salah satu ikon bersejarah Kota Bandung, yakni kawasan Balkon Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika tepatnya di area sekitar Gedung Merdeka. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan, meski menjadi pusat keramaian. Aspek keamanan dan pelestarian Cagar Budaya, tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan acara tersebut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, JPO Asia Afrika saat ini masih dalam tahap uji coba oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Secara umum infrastruktur tersebut dinilai aman, namun tetap akan diberlakukan pembatasan akses demi keselamatan pengunjung.

“JPO ini sedang terus dites oleh Dinas Perhubungan. Kelihatannya aman, tetapi memang ada pembatasan. Jadi nanti yang akan naik ke JPO itu akan benar-benar dibatasi,” kata Farhan, Kamis (21/5/2026).

Dia menjelaskan, pembatasan tidak hanya berlaku di area JPO. Tetapi juga di Pendopo yang akan menjadi salah satu lokasi kegiatan pendukung. Hal itu, dilakukan karena kawasan tersebut memiliki nilai penting sebagai bagian dari cagar budaya yang harus dijaga.

“Demikian juga yang akan masuk ke Pendopo, itu juga akan dibatasi. Karena kalau di sana menyangkut keselamatan, sementara ini juga berkaitan dengan cagar budaya,” ucapnya.

Selain menyiapkan lokasi utama perayaan, Pemkot Bandung juga masih membahas agenda jamuan bagi para pemain Persib yang dijadwalkan datang ke Pendopo untuk makan siang. Namun hingga saat ini, menu yang akan disajikan masih belum ditentukan karena beragamnya permintaan dari para pemain.

“Wah, saya belum tahu. Permintaannya banyak. Ada yang minta ayam goreng yang terkenal di Bandung, ada yang minta mie kocok, dan juga kopi-kopi terbaik,” ujar dia.

Rencana jamuan tersebut, disebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung untuk memberikan sambutan terbaik kepada seluruh pemain tanpa terkecuali. Farhan menyampaikan, semua pemain akan diperlakukan setara dalam perayaan tersebut termasuk pemain asing dan pemain naturalisasi.

“Semua pemain akan dibahagiakan. Kalau pemain asing dan pemain naturalisasi harus dibahagiakan," ucapnya.

Di sisi lain, pihaknya juga tengah mempertimbangkan penampilan kesenian dalam rangkaian acara perayaan juara. Dia menyebut, masih mencari konsep pertunjukan yang dapat melibatkan unsur budaya lokal sekaligus menarik bagi para pemain dan tamu undangan.

“Saya sedang menunggu masukan mengenai kesenian apa yang kira-kira seru, yang bisa membuat semua orang ikut terlibat,” ujar dia.

Dia juga membuka kemungkinan, menghadirkan unsur nostalgia Persib melalui figur dan karya seni lokal. Termasuk wacana melibatkan keluarga Mang Ayi Beutik dalam salah satu penampilan, meski hal tersebut masih dalam tahap komunikasi.

“Saya juga berpikir untuk menghadirkan anaknya Mang Ayi Beutik untuk tampil. Mungkin bisa panggung dan nge DJ, itu keren juga,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran unsur tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para pemain baru Persib dalam beberapa tahun terakhir mengenai tokoh dan warisan budaya yang melekat pada klub Maung Bandung.

Tujuan dari konsep tersebut, kata Farhan adalah agar perayaan juara tidak hanya menjadi selebrasi olahraga. Tetapi juga ruang pengenalan budaya dan sejarah Persib kepada para pemain.

“Nanti saya akan minta izin dulu kepada keluarganya, khususnya ibunya, apakah diperbolehkan atau tidak, untuk memangil Jaya” tandas dia.***


Editor : JakaPermana