Ini Pengakuan Tetangga Soal Tabiat Terduga Pelaku Bullying Anak Down Syndrome

Viral kesaksian tetangga sebut keluarga terduga pelaku penganiayaan anak down syndrome di Medokan Ayu Surabaya tergolong problematik.

Ini Pengakuan Tetangga Soal Tabiat Terduga Pelaku Bullying Anak Down Syndrome
Ini Pengakuan Tetangga Soal Tabiat Terduga Pelaku Bullying Anak Down Syndrome

INILAHKORAN.ID - Kasus penganiayaan berat yang menimpa anak berkebutuhan khusus (down syndrome) di kawasan Medokan Ayu, Surabaya, terus bergulir dan memicu kekesalan publik. 

Di tengah simpati yang mengalir untuk korban, kesaksian warga lokal dan tetangga mengenai tabiat keluarga terduga pelaku justru memicu gelombang kemarahan baru di media sosial.  

​Sebuah unggahan dari akun warganet yang mengaku sebagai istri ketua RT di wilayah sekitar mengungkap rekam jejak keluarga terduga pelaku, Vano dan Krisna.  

​Keluarga Terduga Pelaku Disebut Problematik

​Melalui unggahan di platform Threads, akun @rabbit.8542354 menyebut bahwa keluarga terduga pelaku memang dikenal bermasalah oleh lingkungan sekitar.  

​Rekam Jejak Masalah: Akun tersebut menyebutkan bahwa paman dari salah satu terduga pelaku pernah terlibat kasus pencurian besi. Ketika ada warga yang hendak melaporkan kejadian tersebut, paman pelaku diduga mengancam dengan senjata tajam.  

​Sikap Keluarga: Narasi yang beredar di media sosial menilai latar belakang keluarga terduga pelaku memiliki riwayat jejak kasus yang banyak di lingkungan sekitar.  

​Masih Beraktivitas Biasa Tanpa Rasa Takut

​Selain rekam jejak keluarga, warganet lain juga mengungkap kondisi terkini dari para terduga pelaku pasca-kejadian tragis tersebut.  

​Akun @ayuuambarsarii_ membagikan informasi dari saudaranya yang masih tinggal di daerah sekitar lokasi kejadian. Disebutkan bahwa para terduga pelaku dilaporkan masih beraktivitas seperti biasa di lingkungan tempat tinggal mereka tanpa memperlihatkan rasa takut maupun penyesalan.  

​Sikap cuek dan tanpa rasa bersalah inilah yang disinyalir menjadi pemicu utama ayah korban tersulit emosi hingga memilih untuk memviralkan kasus ini demi mendapatkan keadilan bagi anaknya yang telah meninggal dunia. 


Editor : Firda Rachmawati