INILAH, Bogor - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy optimistis rencana pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) jadi solusi terbaik.
Muhadjir tak menampik adanya kemungkinan mereka yang mendaftar menjadi guru P3K masih berusia di bawah 35 tahun. Tetapi, lanjut dia, siapapun yang memiliki pengalaman lebih matang, masa kerja lebih lama, dan memenuhi syarat akademik dan kompetensi, tentu jadi prioritas.
"Untuk P3K diprioritaskan mereka yang sudah berusia di atas 35 tahun, yang sudah lama mengabdi. Tapi tidak menutup kemungkinan bagi yang lain," kata Muhadjir ditemui awak media usai peringatan Hari Guru Nasional ke-79 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (01/12) sore kemarin.
Rekruitmen calon P3K rencananya akan dimulai setelah proses penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selesai. Pemerintah pula telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K.
Meskipun demikian, Muhadjir mengaku masih harus membaca isi dari PP Nomor 49 Tahun 2018 tersebut terutama yang terkait dengan mekanisme perekrutan calon P3K. Dia beralasan karena dirinya baru saja diberitahukan Presiden Joko Widodo.
"Tahun ini mudah-mudahan sudah bisa rekrutmen dari P3K," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang yang juga pernah berkarir sebagai wartawan itu.
Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mengatakan, pihaknya akan berfokus pada penataan dan penguatan para anggotanya untuk mendorong guru menjadi pendidik bangsa.
PGRI, menurut Unifah, menghargai prinsip meritokrasi dan memahami keterbatasan Pemerintah dalam melakukan pemenuhan kekurangan guru.
Pihaknya mengapresiasi rekrutmen CPNS guru baru tahun 2018 dan juga penerbitan PP terkait PPPK sebagai solusi atas tidak dapat diangkatnya guru menjadi
PNS karena tidak memenuhi syarat yang diatur Undang-Undang.
"Agar perjuangan senantiasa dilakukan dengan mengedepankan etika moral sebagai pendidik, memperbanyak dialog, dan menuliskannya ke dalam pemikiran," pungkasnya.