Investasi Menguat Kerja Tersendat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Angka investasi Jawa Barat terus menanjak, membawa harapan bagi terbukanya lapangan pekerjaan. Namun, di balik triliunan rupiah yang masuk dan ratusan ribu tenaga kerja yang terserap, masih ada ratusan ribu pencari kerja menunggu kesempatan.
Realisasi investasi Jawa Barat sepanjang Januari–September 2026 telah menyerap 399.003 tenaga kerja. Capaian itu menunjukkan geliat usaha yang terus tumbuh, tetapi belum sebanding dengan panjangnya antrean pencari kerja yang tercatat dalam aplikasi Nyari Gawe.
Hingga 21 Oktober 2026, jumlah pencari kerja yang terdaftar pada platform tersebut mencapai 728.085 orang. Dari 803 perusahaan yang bergabung, baru 230 perusahaan membuka lowongan dengan total 32.125 posisi. Sementara itu, lamaran yang masuk telah mencapai 2,4 juta, sedangkan pelamar yang tercatat diterima baru 1.282 orang.
Angka-angka itu memperlihatkan pekerjaan rumah besar di balik pertumbuhan investasi. Modal terus berdatangan, industri bergerak, tetapi kesempatan bekerja masih menjadi sesuatu yang diperebutkan banyak orang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyadari bahwa investasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk. Pertumbuhan tersebut perlu berujung pada ketersediaan lapangan kerja, terutama bagi masyarakat yang ingin membangun masa depan di daerahnya sendiri.
“Investasi di Jawa Barat terus melonjak dan mudah-mudahan investasi ini memiliki dampak bagi ketersediaan lapangan pekerjaan,” ujar Dedi, Rabu (21/10).
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi gabungan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Jawa Barat mencapai Rp91 triliun pada triwulan III 2026. Nilai tersebut berkontribusi 17,2 persen terhadap total investasi nasional, tertinggi dibandingkan provinsi lain.
Besarnya investasi itu menjadi modal penting bagi perekonomian Jawa Barat. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut membuka lebih banyak pintu bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
“Jumlah angkatan kerja lebih banyak dibanding ketersediaan lapangan kerja. Dan itu tugas kami Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintahan desa untuk memacu investasi agar masuk ke Jawa Barat,” ucap Dedi.
Aplikasi Nyari Gawe menjadi salah satu jalan yang ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Platform yang dikembangkan melalui kolaborasi Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat itu diharapkan memperluas akses informasi lowongan sekaligus membuat proses rekrutmen lebih transparan.
“Sistem layanan Nyari Gawe merupakan jalan dari banyak jalan untuk membuka lapangan kerja agar transparan dan memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat,” tutur Dedi. (yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran
