Isu 108 Orang Hilang dalam Longsor Pasirlangu, Ini Keterangan Resmi Polda Jabar
Proses pencarian korban terdampak longsor Pasirlangu, Cisarua,KBB masih terus berlanjut. Hingga jenazah yang sudah terindentifikasi mencapai 20 kantung jenazah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Proses pencarian korban terdampak longsor Pasirlangu, Cisarua,KBB masih terus berlanjut. Hingga jenazah yang sudah terindentifikasi mencapai 20 kantung jenazah.
Selain itu, Polda Jabar pun membantah isu yang berembus jika korban hilang dalam bencana longsor mencapai 108 korban.
Laporan sementara mencatat total 111 orang terdampak akibat bencana tersebut. Dari jumlah itu, enam orang ditemukan meninggal dunia, 21 orang berhasil selamat, sementara 84 orang lainnya masih dinyatakan belum ditemukan dan dalam proses pencarian.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Areis La Ode Aries El Fathar, menegaskan bahwa angka 108 tidak merujuk pada jumlah korban hilang akibat longsor.
“Angka 108 itu bukan korban hilang, tetapi jumlah warga yang datang ke pos DVI untuk memberikan data ante-mortem,” kata Areis, Senin 26 Januari 2026 malam.
Ia menjelaskan, dalam pelaporan ke pos DVI, satu korban bisa diwakili oleh lebih dari satu anggota keluarga. Karena itu, jumlah warga yang melapor tidak bisa disamakan dengan jumlah korban yang dicari.
“Bisa saja satu korban dilaporkan oleh dua atau tiga orang. Kami tetap menerima laporan meskipun masyarakat tidak membawa KTP atau KK,” ujarnya.
Terkait identifikasi korban, Areis mengungkapkan hingga Senin pukul 13.00 WIB, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 20 kantung jenazah sejak hari pertama kejadian.
Saat ini, total terdapat 38 kantung jenazah yang berada di Puskesmas untuk proses identifikasi lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, 18 kantung jenazah masih dalam tahap pemeriksaan oleh tim DVI Polri.
“Proses identifikasi masih berlangsung dan akan dilanjutkan kembali besok,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan seluruh 38 body pack kepada tim DVI Polri. Setelah penyerahan tersebut, Basarnas bersama personel gabungan tetap melanjutkan upaya pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
“Total temuan sejak hari pertama hingga hari ketiga sebanyak 38 body pack. Saat ini pencarian masih difokuskan terhadap sekitar 42 orang yang diduga masih belum ditemukan,” kata Ade di lokasi yang sama.
Sementara itu, korban longsor juga tidak hanya berdampak terhadap warga sipil, tapi juga menimbulkan korban dari unsur TNI Angkatan Laut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa sebanyak 23 personel Marinir terdampak dalam peristiwa tersebut. Empat orang di antaranya telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Editor : Ahmad Sayuti
