Isu Kekerabatan Panaskan Seleksi Dirut PDAM Tirta Jati
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon- Keluarga Hendra Chandra Saputra, salah satu calon Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, angkat bicara terkait beredarnya pamflet yang menyoroti dugaan hubungan kekerabatan dalam proses seleksi direksi perusahaan daerah tersebut.
Pihak keluarga menyayangkan persoalan pribadi dibawa ke ruang publik menjelang penetapan direktur utama oleh Bupati Cirebon.
Arief Yudhi Susanto dan Tiara Citra Azzahra, yang disebut dalam pamflet sebagai kakak kandung Hendra, menyatakan keberatan atas penyebaran informasi mengenai hubungan keluarga yang dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.
Menurut Arief, informasi yang beredar tidak disertai klarifikasi kepada pihak keluarga. Padahal, terdapat perubahan status perkawinan yang dinilainya penting untuk diketahui sebelum persoalan tersebut dikaitkan dengan persyaratan pencalonan direksi.
“Seharusnya fakta tersebut dipastikan terlebih dahulu sebelum persoalan pribadi dikaitkan dengan persyaratan pencalonan direksi,” ujar Arief, Senin (19/10).
Arief menjelaskan, hubungan perkawinan yang dipersoalkan dalam pamflet tersebut telah berakhir secara resmi sejak 5 Januari 2026.
Ia menyebutkan, dokumen yang menerangkan perubahan status perkawinan itu telah tersedia dan dapat digunakan untuk memberikan penjelasan.
"Kalau memang hubungan keluarga itu menjadi salah satu persyaratan yang melarang pencalonan, tentu Hendra tidak akan mendaftar. Namun, status perkawinan yang dipersoalkan sudah berakhir secara resmi sejak 5 Januari 2026. Ada dokumen bermeterai yang menjadi bukti," ujar Arief sambil menunjukan surat cerai yang ditandatangi keluarga dan kedua belah pihak.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Hendra tetap mengikuti proses seleksi calon Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati.
Meski demikian, ia menyerahkan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan kepada pihak yang memiliki kewenangan.
Arief mempertanyakan munculnya pamflet mengenai hubungan keluarga justru ketika tahapan seleksi telah mendekati proses penetapan calon direktur utama oleh Bupati Cirebon.
Ia menilai penyebaran informasi tersebut telah merugikan pihak keluarga karena persoalan pribadi yang seharusnya dapat diklarifikasi terlebih dahulu justru menjadi konsumsi publik.
"Kenapa persoalan ini baru muncul ketika calon direktur utama akan ditetapkan bupati. Kami kecewa karena tidak ada klarifikasi kepada keluarga. Ini sudah masuk ranah pribadi dan merugikan kami," katanya. (maman suharman)
Editor : Inilahkoran
