Isu Udang Radioaktif Banten Tak Pengaruhi Ekspor Komoditas Laut Jabar
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani memastikan, isu udang berkandungan radioaktif yang terjadi di Banten, tidak memengaruhi penjualan ekspor Jabar untuk komoditas laut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani memastikan, isu udang berkandungan radioaktif yang terjadi di Banten, tidak memengaruhi penjualan ekspor Jabar untuk komoditas laut.
Nining mengatakan, sejauh ini tidak ada pengurangan volume pengiriman untuk ekspor, sejak kasus udang radiaktif dari Cikande, Banten yang memiliki kandungan Cesium-137 beredar.
"Karena mereka tahu, bahwa produk itu bukan dari Jawa Barat dan kita berusaha mempromosikan dengan sebaik mungkin, memberikan informasi yang menyeluruh bahwa untuk produk Jawa Barat sudah melalui proses tertentu," ujar Nining dikutip Minggu 12 Oktober 2025.
Bahkan lanjut dia, ekspor Jabar dalam komoditas hasil tangkapan laut justru meningkat signifikan. Utamanya pada produk olahan ikan fillet.
"Jawa Barat ini beberapa produk apa mendominasi produk ekspor dari Indonesia gitu. Misalnya tadi saya sebut ikan pari. ya. Itu bahkan kita 100 persen dari Jawa Barat produksinya. Terus kemudian tuna kita juga apa perspektable dan cukup besar di atas 30, share kita gitu," ucapnya.
Bahkan kata Nining, saat ini Jabar memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekspor dari komoditas hasil tangkapan laut. Dimana ini diharapkannya dapat dioptimalkan oleh masyarakat, khususnya nelayan.
"Posisi itu kemudian saya lihat sebenarnya dalam posisi prospektable, untuk kemudian mengembangkan produk fishery terutama perikanan laut," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani
