Jadi Tuan Rumah Konferensi dan Turnamen Golf Senior Internasional, Presiden PERPESI Promosikan Destinasi di Jabar Melalui Golf Tourism 

Sebagai salah satu olahraga yang tengah diminati berbagai kalangan termasuk anak muda, golf ternyata menjadi salah satu olahraga yang kerap dijadikan sebagai katalisator untuk memperkuat hubungan dalam bisnis yang dimanfaatkan para pengusaha hingga kalangan pejabat pemerintahan.

Jadi Tuan Rumah Konferensi dan Turnamen Golf Senior Internasional, Presiden PERPESI Promosikan Destinasi di Jabar Melalui Golf Tourism 
Sebagai salah satu olahraga yang tengah diminati berbagai kalangan termasuk anak muda, golf ternyata menjadi salah satu olahraga yang kerap dijadikan sebagai katalisator untuk memperkuat hubungan dalam bisnis yang dimanfaatkan para pengusaha hingga kalangan pejabat pemerintahan./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Sebagai salah satu olahraga yang tengah diminati berbagai kalangan termasuk anak muda, golf ternyata menjadi salah satu olahraga yang kerap dijadikan sebagai katalisator untuk memperkuat hubungan dalam bisnis yang dimanfaatkan para pengusaha hingga kalangan pejabat pemerintahan.

Survei menunjukkan bahwa sekitar 80 persen profesional bisnis setuju bahwa bermain golf memfasilitasi pembentukan kontak bisnis baru. 

Pasalnya, suasana santai di lapangan golf mampu mendorong komunikasi terbuka dan memfasilitasi pengembangan hubungan yang bermakna.

Melihat itu, para golfer senior di negara-negara ASEAN memanfaatkan peluang tersebut dengan membentuk Asosiasi Golfer Senior di negara masing-masing yang kemudian asosiasi-asosiasi tersebut berkolaborasi menjadi Confederations of ASEAN Senior Golfers' Associations (CASGA) pada Tahun 1983.

Pada tahun 2024 ini, Indonesia melalui Perhimpunan Pegolf Senior Indonesia (PERPESI) didapuk menjadi tuan rumah Turnamen golf internasional, yaitu konferensi dan turnamen golf antara para pemimpin, pengurus, dan anggota Confederation of Asean Senior Golfers Association (CASGA).

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 128 pegolf dari Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippine, Singapore, Thailand, Laos, Myanmar, dan Kamboja saling unjuk gigi pada event yang berlangsung pada 7-8 Mei 2024 di dua lapangan golf terkemuka di Jawa Barat, yakni Jatinangor dan Parahyangan Golf di Kota Baru Parahyangan (KBP), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Para golfer senior yang berpartisipasi dalam event tersebut datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, pensiunan pejabat negara atau pejabat swasta yang masih berpengaruh di negaranya masing-masing. Banyak di antara mereka akan datang ke Indonesia bersama spouse (pasangannya suami/istri-red)

Sehingga dalam rangka mempromosikan destinasi golf selain Bali dan Jakarta, Perhimpunan Pegolf Senior Indonesia (PERPESI) sebagai pelaksana turnamen akhirnya memilih dua lapangan golf bertaraf Internasional di Bandung yaitu Jatinangor National Golf and Resort dan Parahyangan Golf Club.

Usai mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, seluruh pegolf dan spouse bakal diantar ke Stasiun Kereta Cepat Halim untuk menikmati perjalanan ke Bandung dengan Whoosh. 

Perjalanan kembali ke Jakarta pun akan menggunakan moda transportasi yang sama (Whoosh). Sehingga turnamen tersebut diharapkan bisa memberikan dampak sangat positif bagi Pariwisata Jawa Barat.

Selain itu, turnamen internasional ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia, termasuk Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

"Kalau dulu orang memandang golf itu  sebagai olahraga mahal. Tapi sebetulnya tidak seperti itu. Nah, makanya sekarang ini sejak pasca Covid-19 itu, pertumbuhan pemain golf mulai dari junior, remaja sampai senior itu banyak sekali," kata Presiden PERPESI, Masrizal A Syarief saat ditemui usai pelaksanaan konferensi antara pengurus CASGA di Hotel Mason Pine, KBP Padalarang, Selasa 7 Mei 2024 malam.

Menurutnya, olahraga golf ini jangan dilihat dari senang-senangnya saja, namun lihat juga efek sosial dan ekonominya. Misalnya, saat ini pemerintah tengah menggalakkan agar Golf Tourism ini ditingkatkan.

"Nah, bayangkan kalau kita mengadakan turnamen ini peserta dari luar negerinya itu 238, besok ini malah kita sepakati maksimal hingga 288 peserta. Biasanya para peserta itu datang bersama istrinya atau keluarganya. Setelah itu mereka golf, lalu sizing, dilanjutkan shopping. Jadi ada economy impact atau multiplier effect," tuturnya.

Selain itu, momen ini pun dimanfaatkan pihaknya untuk memperkenalkan destinasi yang ada di Jawa Barat tentunya selain Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

"Kita pindahkan turnamen-turnamen kita. Jadi gak selalu di Jakarta atau di Bandung.
Biasanya kita pindahkan agar kita bisa memperkenalkan daerah kita ke mereka," ujarnya.

Masrizal menyebut, sekarang ini pesertanya sebanyak 128 orang. Namun, pada 2018 peserta turnamen yang pihaknya adakan mencapai 256 peserta.

"Kesepakatan rapat tadi itu kita tingkatkan 288 peserta. Jadi, untuk turnamen di Thailand itu ada 288 peserta," sebutnya.

"Ke depan di tahun 2026, sambung Masrizal, kemungkinannya Indonesia menjadi tuan rumah," ucapnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) CASGA, Dato Shamsudin Ismail menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah hadir dalam Intermediate General Meeting (IGM) CASGA.

"CASGA merupakan singkatan dari Confederations of ASEAN Senior Golfers' Associations yang terdiri dari 7 negara, yaitu Brunei, Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia, dan Myanmar. 

Namun, sebenarnya CASGA memiliki 10 anggota negara di Asia lainnya yang saat ini tengah dalam proses untuk menjadi anggota, yakni Kamboja, Laos dan Vietnam.

"IGM adalah pertemuan umum menengah yang kami adakan sebelum kami memiliki pertemuan umum tahunan kami, yakni 6 bulan dari sekarang," kata Dato Shamsudin.

Dato Shamsudin menjelaskan, konferensi ini juga merupakan persiapan CASGA untuk mengorganisir pertemuan umum tahunan yang bakal diadakan di Pattaya, Thailand pada 27-31 Oktober 2024 yang disiapkan Presiden Senior Golf Thailand, pak Chadej Musigavong.

"Tahun ini IGM diselenggarakan di Bandung dan saya senang dengan kemampuan tuan rumah Indonesia dalam mengorganisir acara yang melibatkan 7 negara ini," jelasnya.

Dato Shamsudin menyebut, semua persiapan dilakukan dengan baik dan sesuai dengan harapan semua anggota CASGA. Mereka bekerja sangat keras untuk memastikan semua orang senang.

"Mereka (Indonesia) menyiapkan makanan yang enak, rekomendasi yang bagus, semuanya baik dan memiliki tempat penyelenggaraan turnamen yang baik, yakni Jatinangor dan Parahyangan Golf. Tentunya ini jauh lebih baik daripada tuan rumah lainnya," terangnya.

Dato Shamsudin menerangkan, tujuan utama berdirinya CASGA ini adalah untuk berkumpul bersama, bertukar ide, bertukar gagasan bisnis, dan apa pun yang anggota miliki bersama dengan anggota lain.

"Kami senang untuk berbagi dan untuk menjadi anggota CASGA, harus laki-laki yang berusia 55 tahun ke atas. Tapi, jika anda beberapa anggota yang berusia 80 tahun ke atas dan mereka masih aktif, itulah keistimewaan CASGA," terangnya.

Di tempat yang sama, Presiden Senior Golf Thailand, Chadej Musigavong mengatakan bahwa dalam turnamen golf di Pattaya mendatang ia mengundang para pegolf Asean untuk datang dan berharap bisa meningkatkan dampak golf pada ekonomi.

“Semoga golf bisa menguatkan sektor ekonomi di Asean yang saat ini tengah lesu. Kami mengundang para pegolf di Asean untuk bisa hadir di Pattaya Oktober mendatang,” kata Chadej.*** (agus satia negara)***


Editor : JakaPermana