Jalankan 500 Hektare Jagung untuk Negeri, Polda Jabar Bangun Kampung Jagung Ciherang

Polda Jabar menghidupkan Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, sebagai Kampung Jagung guna mendukung program swasembada pangan nasional. 

Jalankan 500 Hektare Jagung untuk Negeri, Polda Jabar Bangun Kampung Jagung Ciherang
“Kami ingin Desa Ciherang menjadi percontohan Kampung Jagung yang berkelanjutan dan mampu mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Condro di sela-sela kegiatan peninjauan lahan, Senin 2 Februari 2026. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Polda Jabar menghidupkan Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, sebagai Kampung Jagung guna mendukung program swasembada pangan nasional. Program ditandai dengan peninjauan langsung lahan persiapan perkebunan jagung seluas kurang lebih 500 hektare.

Peninjauan dilakukan Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabagbinkar) Polda Jabar AKBP Condro Sasongko bersama unsur terkait. Langkah itu menjadi wujud nyata keterlibatan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah pedesaan.

“Kami ingin Desa Ciherang menjadi percontohan Kampung Jagung yang berkelanjutan dan mampu mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Condro di sela-sela kegiatan peninjauan lahan, Senin 2 Februari 2026.

Untuk menyukseskan program tersebut, Polda Jabar menyiapkan tiga skema bantuan yang akan dilaksanakan secara bertahap dan terintegrasi bersama masyarakat serta kelompok tani setempat.

Skema pertama yakni Polri Keroyok Bareng Rame-Rame, yakni program penanaman jagung dengan konsep satu desa satu hektare. Pada tahap awal, penanaman dimulai dari satu hektare dan akan terus diperluas sesuai kesiapan lahan serta partisipasi masyarakat.

“Kami mulai dari satu desa satu hektare. Ke depan, luasannya akan terus ditingkatkan seiring semangat dan kesiapan masyarakat,” jelasnya.

Skema kedua berupa bantuan permodalan tanpa bunga bagi petani. Saat ini, skema tersebut masih dalam tahap pematangan dan pendampingan agar dapat berjalan optimal serta benar-benar meringankan beban petani.

“Kami ingin petani mendapatkan modal usaha tanpa bunga, sehingga hasil panen bisa dinikmati sepenuhnya oleh petani,” katanya.

Sementara itu, skema ketiga melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sebelumnya telah berjalan. Namun, pelaksanaannya perlu evaluasi karena adanya kendala pembayaran angsuran oleh sebagian petani.

“KUR ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi perlu evaluasi agar ke depan lebih tepat sasaran dan tidak memberatkan petani,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Polda Jabar juga menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian, berupa benih jagung sebanyak 50 kilogram, pupuk NPK 500 kilogram, pupuk urea 250 kilogram, serta 10 paket sembako bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Polda Jabar juga berencana memberikan dua unit mesin pipil jagung kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Wargi untuk mendukung proses pascapanen.

“Dengan mesin pipil jagung ini, kami berharap efisiensi panen meningkat dan nilai ekonomi petani bisa bertambah,” ungkap Condro.

Sebagai simbol komitmen dan penguatan identitas ketahanan pangan, Polda Jabar juga akan membangun Tugu Kampung Jagung di Desa Ciherang, yang diharapkan menjadi ikon swasembada pangan di Kabupaten Bandung.


Editor : Doni Ramdhani