Jejak Asmara Cristiano Ronaldo, Mantan Terindah itu Mantan Pengecat Tembok Rumah Sakit
Cristiano Ronaldo punya mantan terindah yang masa lalunya sama susah seperti dirinya. Bahkan, perempuan cantik itu pernah jadi pengecat tembok
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Cristiano Ronaldo tak hanya pesepak bola sukses. Dia simbol kejantanan. Macho, tampan, kaya-raya, punya banyak mantan!
Untuk yang terakhir disebut, memang begitu kenyataannya. Cristiano Ronaldo punya deretan kekasih di masa lalu.
Namun, andai harus satu disebut tentang siapa yang paling mengundang perhatian dunia, atau bagi Cristiano Ronaldo sendiri adalah 'mantan terindah' maka jawabannya satu: Irina Shayk.
Irina Shayk menjalin kisah asmara dengan Cristiano Ronaldo sejak 2020 silam. Sayang, mereka putus pada akhir 2014 tanpa sempat naik ke pelaminan.
Irina Shayk adalah model cantik dari Rusia. Tetapi rupanya, yang membuat CR7 jatuh hati bukan sekadar paras semata. Kisah Irina di masa lalu bak cerminan bagi Ronaldo. Sama-sama hidup susah!
Ketika usianya menginjak 14 tahun, Irina hanya remaja dekil dari keluarga miskin yang tinggal di Kota Kecil Rusia, Yemanzhelinks. Ibunya asli penduduk di sana.
Dia memiliki Ayah yang merupakan etnik Tatar (keturunan bangsa Turki). Maka wajar, parasnya begitu unik. Seperti blesteran kalau masyarakat Indonesia bilang. Kulitnya tak putih, tapi cokelat eksotis.
Irina bahkan tak memiliki sepeser pun uang untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-14. Ketika itu, dia hanya berpikir ingin cepat dewasa. Ingin cepat-cepat cari uang.
Dia pernah berada dalam titik terendah di hidupnya, tak lama setelah dia berulang tahun. Ayahnya yang bekerja di pertambangan tiba-tiba meninggal. Kanker paru-paru penyebabnya. Irina, ketika itu setengah pingsan usai mendengarnya.
Sejak dari sanalah, hidupnya semakin berat. Dia bekerja serabutan bersama sang kakak Tartiana. Bahkan, pernah mengecat tembok di sebuah rumah sakit.
Ketika itu hatinya bergumam, "Ini pekerjaan yang mending daripada jadi kuli."
Irina terus bekerja serabutan, hingga suatu hari ada sekelompok pencari bakat tiba di Kota Yemanzhelinks. Mereka berburu perempuan muda hingga ke sudut-sudut kota.
Irina, yang ketika itu mulai mengejar mimpi dengan melanjutkan pendidikan di bidang marketing, bertemu seorang agensi lokal yang menilai parasnya sangat menjual.
Irina pun tak berpikir panjang ketika ditawari bergabung. Karena rezeki tak pernah tertukar, kariernya melesat. Tahun 2004, dia memenangi kontes kecantikan Miss Chelybinsk. Setelah itu, seorang sahabatnya berbisik, "Pergilah kamu ke Paris, di sana kehidupanmu."
Irina berusia 19 tahun ketika tiba di Paris. Bingung, polos, naif, dan tak punya teman. Makin rumit, lantaran dia tak bisa berbahasa Inggris. Bingung, harus mulai bekerja darimana.
Hanya keteguhan hati yang membuatnya bertahan. Hingga pada tahun 2007, dia dikenal dunia dengan menjadi model di majalah Sports Illustrated Swimsuit Issue.
Setelah itu, Irina jadi langganan Sports Illustrated Swimsuit Edition. Dia secara rutin muncul di setiap edisi setelahnya hingga tahun 2010. Irina bekerja dengan banyak fotografer terkenal seperti Pamela Hanson, Steve Erle, Riccardo Tinelli, Rennio Maifredi, and Raphael Mazucco.
Irina seperti seorang Ratu. Dia menjadi ikon dari produk-produk ternama macam Lacoste, Victoria Secret, hingga Guess. Tahun 2014 ini, dia menjadi satu dari 10 wanita terseksi dunia versi majalah Maxim.
Tentu, dengan kegemilangan di bidang modeling, Irina telah melupakan masa-masa kelam dalam hidupnya. Kini dia bisa membeli apapun.
Dia sering pergi berlibur dengan menggunakan kapal pesiar. Garasi rumahnya, dipenuhi mobil-mobil mewah seperti Lamborghini Aventador. Hingga tibalah di suatu hari, dia bertemu sang 'pangeran' Cristiano Ronaldo.
Keduanya bertemu pada Mei 2010 dan langsung erlibat cinta lokasi. Kala itu, mereka sama-sama bertemu dalam kegiatan kampanye Armani. Ronaldo langsung jatuh hati kepada perempuan asal Rusia itu. Hilang sudah, ingatan tentang mantan-mantan kekasihnya di masa lalu.
Mungkin Ronaldo begitu tertantang ketika Irina tak bersikap layaknya perempuan-perempuan yang pernah dia taklukkan. Irina tak memujanya sebagai ikon sepak bola dunia. Irina juga tak peduli, meski ketika itu Ronaldo sedang berada di puncak karier.
Tapi Ronaldo memang sudah terlanjur jatuh hati. Entah seperti apa, jurusnya dalam menaklukkan hati sang pujaan. Tahu-tahu, di akhir tahun 2010, media-media Eropa ramai memberitakan hubungan mereka yang mulai serius.
Itulah mereka, pasangan yang dari sisi gaya hidup dan perjalanan hidup, ibarat "pinang dibelah dua". Mereka bertemu ketika sudah sama-sama memiliki kekayaan berlimpah. Tapi tetap saja, adangan berat menghalangi keseriusan mereka.
Irina bukanlah perempuan ideal di mata ibunda Ronaldo, Dolores Aviero. Dalam beberapa foto, keduanya tampak tak akur.
Dolores tak suka dengan gaya hidup glamor Irina. Dia lebih berharap anaknya menikah dengan perempuan sederhana, bukan yang hobi keluyuran malam.
Dolores juga ingin, istri Ronaldo kelah bisa memberi perhatian penuh kepada sang cucu, Cristiano Ronaldo Junior. Seperti diketahui, Ronaldo memang sudah memiliki bocah laki-laki melalui hubungan misteriusnya dengan perempuan asal Amerika Serikat..
Irina, tentu sangat diragukan bisa jadi seorang ibu yang fokus merawat anak. Dalam beberapa kesempatan, dia mengaku sama sekali tak mau menanggalkan kariernya. Satu-satunya cara ketika itu, adalah menunggu keajaiban akan luluhnya hati Dolores.*** (Bersambung)
Dari buku 11 WAGS Paling Hot Abad Ini/Budi Safaat yang Diterbitkan Grasindo
Editor : Bsafaat
