Jelang Pilbup Bandung Barat 2024, KPU KBB Terjunkan 4.808 Pantarlih untuk Melakukan Pencoklitan dan Pemutakhiran DP4
Sebanyak 4.808 petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) bakal diterjunkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat alias KPU KBB untuk melaksanakan pencocokan dan penelitian atau coklit sekaligus pemutakhiran Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pilbup Bandung Barat 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak 4.808 petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) bakal diterjunkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat alias KPU KBB untuk melaksanakan pencocokan dan penelitian atau coklit sekaligus pemutakhiran Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pilbup Bandung Barat 2024.
Seperti diketahui, DP4 yang digunakan untuk Pilbup Bandung Barat 2024 merupakan basis data untuk penyusunan daftar pemilih yang diterima KPU KBB dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Pantarlih bertugas melakukan pencoklitan dan pemutakhiran data DP4 yang nantinya akan ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara (DPS). Mereka akan melakukan tugasnya secara door to door, menjelang Pilbup Bandung Barat 2024," kata Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman kepada wartawan, belum lama ini.
Untuk Pilbup Bandung Barat 2024, sebut Ripqi, terdapat 2.562 TPS dengan jumlah pemilih (DP4) sebanyak 1.315.016 orang.
Kemudian, terdapat 316 TPS yang jumlah pemilihnya kurang dari 400. Sedangkan 2.246 TPS memiliki jumlah pemilih di atas 400.
"Untuk TPS yang jumlahnya kurang dari 400 pemilih akan ada satu petugas pantarlih," sebutnya.
"Sementara TPS yang pemilihnya di atas 400 maka ditempatkan 2 petugas pantarlih. Mereka akan bertugas selama sebulan," sebutnya.
Ripqi menyebut, KPU KBB menargetkan partisipasi masyarakat di Pilkada 2024 mencapai 80-85 persen.
Pihaknya pun optimistis hal itu bakal tercapai lantaran pada Pileg dan Pilpres lalu mencapai 84 persen.
"Saya optimistis target partisipasi pemilih dapat tercapai. Ini berarti bisa melebihi partispasi pemilih pada Pilkada 2018 yang hanya 77 persen," ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani
