Jelang Ramadan, Tirta Kahuripan Perkuat Kesiapan Pelayanan Air Bersih Warga

Menjelang Ramadan 1447 H, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor melakukan rapat koordinasi internal membahas kesiapan teknis menjamin pasokan.

Jelang Ramadan, Tirta Kahuripan Perkuat Kesiapan Pelayanan Air Bersih Warga
Meskipun jadwal loket pelayanan Tirta Kahuripan sedikit berubah selama Ramadan, namun petugas teknik tetap siaga 24 jam jika terjadi gangguan pengaliran sir bersih.  (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Menjelang Ramadan 1447 H, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor melakukan rapat koordinasi internal membahas kesiapan teknis untuk menjamin pasokan air bersih tetap maksimal. 

Meskipun jadwal loket pelayanan Tirta Kahuripan sedikit berubah selama Ramadan, namun petugas teknik tetap siaga 24 jam jika terjadi gangguan pengaliran sir bersih. 

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad menuturkan, pegawai Tirta Kahuripan berkomitmen memberikan pelayanan yang responsif meskipun dalam keadaan berpuasa, mulai dari loket pelayanan sebagai frontliner hingga tim reaksi cepat penanganan gangguan pengaliran.

“Pelayanan loket pembayaran Perumda Air Minum Tirta Kahuripan buka dari jam 08.00-12.00 WIB bagi pelanggan yang ingin membayar secara langsung sedangkan pelayanan pengaduan buka dari jam 08.00-13.30 WIB, sedangkan di luar jam tersebut tidak usah khawatir karena bisa melalui aplikasi MyKahuripan yang lebih mudah dan lebih cepat.” tutur Abdul kepada wartawan, Jumat 13 Februari 2026.

Lantaran wilayah Kabupaten Bogor masih berstatus siaga cuaca ekstrem hingga Maret 2026, dia menegaskan ada potensi gangguan pengaliran akibat putusnya pipa akibat longsor, banjir bandang yang merendam instalasi pengolahan air, tingkat kekeruhan air sungai tinggi diambang batas hingga limbah dan sampah yang terbawa arus banjir menjadi isu yang sering kali menyulitkan petugas instalasi. 

Untuk diketahui, produksi air bersih di instalasi pengolahan air sangat tergantung pada kondisi sungai sebagai air baku.

Setiap perubahan kualitas maupun kuantitas air sungai secara langsung mempengaruhi proses produksi, contohnya jika kekeruhan dan debit air baku melampaui ambang batas desain instalasi maka proses pengolahan membutuhkan dosis bahan kimia lebih tinggi dan waktu pengendapan lebih lama. 

Bahkan, dalam kondisi ekstrem terpaksa menurunkan kapasitas produksi untuk menjaga mutu air sesuai standar kesehatan. 

“Oleh sebab itu, kami mohon pengertiannya jika terjadi gangguan pengaliran yang  disebabkan oleh alam seperti longsor yang merusak jaringan pipa maupun air baku sungai yang tidak bisa diolah. Dan kami pun mengajak kesadaran pelanggan untuk membiasakan menampung air di torent maupun bak penampungan sebagai cadangan air bersih sementara petugas teknis kami terus berusaha melakukan normalisasi pengaliran,” lanjutnya.


Editor : Doni Ramdhani