JPO Pasirjaya–Paledang Diresmikan, Akses Pelajar dan Warga Bogor Kini Lebih Dekat
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meresmikan JPO Pasirjaya–Paledang untuk mempermudah mobilitas pelajar dan warga, meski sementara belum bisa dilalui motor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meresmikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pasirjaya–Paledang, Jumat (23/10/2026). Jembatan ini menghubungkan Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, dengan Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, untuk mempermudah mobilitas masyarakat, terutama pelajar.
JPO tersebut diharapkan dapat mempersingkat waktu perjalanan warga Pasirjaya menuju kawasan Paledang, termasuk pelajar yang bersekolah di SMP Negeri 7 Bogor dan sejumlah sekolah di Jalan Paledang.
Dedie mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan upaya mewujudkan konektivitas antarwilayah di Kota Bogor yang telah diperjuangkan selama beberapa tahun. Kini, fasilitas itu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Alhamdulillah, ikhtiar masyarakat yang menginginkan konektivitas antara Bogor Barat dengan Bogor Tengah, hari ini terlaksana. Jembatan penghubung Pasirjaya dengan Paledang mulai sekarang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," tutur Dedie.
Menurutnya, proses pembangunan jembatan tidak terlepas dari berbagai kendala, terutama terkait penentuan titik penghubung dan komunikasi dengan masyarakat setempat.
"Sejak tahun 2020, ikhtiar ini kami lakukan. Namun, tentu banyak sekali kendala di lapangan, terutama koordinat titik penghubungnya. Dan itu perlu sebuah langkah komunikasi yang intens, silaturahmi yang betul-betul menguatkan," paparnya.
Dedie menjelaskan, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut ditugaskan untuk membangun komunikasi secara intensif dengan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelesaikan berbagai kendala hingga pembangunan jembatan dapat direalisasikan.
Pemkot Bogor Minta Jembatan Dijaga Bersama
Dedie mengingatkan masyarakat agar menjaga dan memelihara jembatan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut. Menurutnya, infrastruktur publik harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Alhamdulillah sudah terlaksana dan mudah-mudahan bermanfaat. Jembatan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah merupakan fasilitas publik yang harus dijaga bersama. Saya mengajak masyarakat turut memelihara infrastruktur tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, termasuk oleh generasi mendatang," jelasnya.
"Jembatan yang anggarannya dari uang rakyat juga kami kembalikan ke rakyat. Kami minta masyarakat menjaga, memelihara, dan memastikan bahwa ini betul-betul bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," tambah Dedie.
Selain pemeliharaan, pemerintah juga memperhatikan aspek keamanan setelah akses penghubung kedua wilayah dibuka. Petugas keamanan atau sekuriti akan ditempatkan sementara untuk membantu memantau aktivitas masyarakat yang melintasi jembatan.
"Intinya, tentu tidak ingin dengan terbukanya akses ini kemudian menimbulkan masalah keamanan. Jadi, sekuriti ini paling tidak bisa mengontrol siapa-siapa saja yang masuk," tegasnya.
Dedie menyebutkan, pengawasan khusus tersebut bersifat sementara. Apabila kondisi dinilai aman dan masyarakat mampu menjaga lingkungan secara mandiri, keberadaan petugas keamanan akan dievaluasi.
JPO Belum Bisa Dilalui Sepeda Motor
Sementara itu, Lurah Pasirjaya Rizki Dwi Nugraha mengatakan, jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama pelajar yang bersekolah di SMP Negeri 7 Bogor dan sekolah-sekolah di kawasan Jalan Paledang.
"Alhamdulillah, jembatan ini sudah terealisasi. Yang tadinya dari tahun 2022, akhirnya di 2026 ini bisa terwujud. Keberadaan jembatan dapat mempersingkat waktu perjalanan warga Pasirjaya menuju kawasan Paledang, khususnya bagi warga Pasirjaya. Banyak anak sekolah di Pasirjaya yang sekolah di SMPN 7 dan sekolah-sekolah yang ada di Jalan Paledang," terangnya.
Meski telah diresmikan, Rizki menjelaskan bahwa jembatan tersebut untuk sementara belum dapat dilalui sepeda motor. Hal itu disebabkan sejumlah kendala nonteknis, termasuk keberatan dari sebagian warga.
"Untuk sementara, motor tidak bisa dilalui karena ada beberapa faktor nonteknis yang harus diproses. Sebagian warga, khususnya warga Pasirjaya, ada yang menolak," ujarnya.
Pihak kelurahan akan melakukan sosialisasi secara bertahap untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai fungsi awal jembatan sebagai jalur penyeberangan orang.
"Ke depan mungkin perlahan bertahap akan disosialisasikan bagi warga, karena pada kesepakatan awal ini memang diperuntukkan untuk JPO saja," jelas Rizki.
Selain pembangunan JPO, Pemerintah Kota Bogor juga tengah mengerjakan Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi terdampak longsor di RW 10 dan RW 14, kawasan Muara, Kelurahan Pasirjaya.
Pemkot Bogor juga memiliki rencana revitalisasi Jembatan Goyang di kawasan Pancasan. Apabila akses tersebut ditutup selama proses pekerjaan, JPO Pasirjaya–Paledang berpotensi menjadi jalur alternatif untuk membantu mobilitas warga.
Warga Sambut Baik Kehadiran JPO
Salah seorang warga Pasirjaya, Rahma, mengaku senang dengan diresmikannya JPO Pasirjaya–Paledang. Menurutnya, jembatan tersebut penting untuk menunjang mobilitas warga, khususnya dalam mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Rahma menceritakan, sebelumnya warga menghadapi kesulitan ketika harus mencapai fasilitas kesehatan karena jarak perjalanan yang jauh dan kondisi jalan yang terjal.
"Ada yang sampai meninggal karena jaraknya jauh ke fasilitas kesehatan. Sekarang terpangkas waktu tempuhnya. Alhamdulillah semoga awet dan memberikan keamanan juga bermanfaat bagi warga," tuturnya.
Dengan beroperasinya JPO Pasirjaya–Paledang, warga berharap konektivitas antara Bogor Barat dan Bogor Tengah semakin baik. Masyarakat juga diharapkan dapat menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.***
Editor : JakaPermana
