Kemarau Tekan Pasokan Air Bandung, Tirtawening Jajaki Tambahan 700 Liter per Detik

Tirtawening Bandung menjajaki tambahan pasokan air baku 700 liter per detik dari Cikalong dan menyiagakan mobil tangki untuk mengatasi dampak kemarau. Salin met

Kemarau Tekan Pasokan Air Bandung, Tirtawening Jajaki Tambahan 700 Liter per Detik
ilustrasi-net

INILAHKORAN.ID– Perumda Tirtawening Kota Bandung menjajaki penambahan pasokan air baku melalui jaringan pipa dari Cikalong menuju Badak Singa dengan kapasitas hingga 700 liter per detik. Langkah ini disiapkan untuk mengatasi keterbatasan pasokan air bersih yang semakin terasa saat musim kemarau.

Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung, Rizky Mediantoro, mengatakan penambahan sumber air baku menjadi salah satu upaya untuk menjaga kontinuitas distribusi air kepada pelanggan.

Menurutnya, debit air baku mengalami penurunan hingga 40 persen saat kemarau, atau setara dengan sekitar 500 liter per detik.

“Jangka pendek, perusahaan menjajaki penambahan pasokan melalui jaringan pipa dari Cikalong menuju Badak Singa dengan kapasitas yang disebut mencapai 700 liter per detik,” kata Rizky, Jumat (23/10/2026).

Selain menjajaki pasokan dari Cikalong, Tirtawening menyiapkan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandung Timur di Kertasari. Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air bersih, terutama bagi pelanggan di wilayah timur Kota Bandung.

Rizky memperkirakan pengembangan sumber air di Kertasari berpotensi mulai berjalan dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Sementara itu, pemanfaatan sumber air dari Saguling masih memerlukan tahapan pengembangan tersendiri.

“Kami juga berkoordinasi dengan Indonesia Power untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang tersedia. Perusahaan turut menjajaki pembelian air curah dan pembangunan tempat penyimpanan air bersama pihak terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan,” ucapnya.

Tirtawening Siagakan 19 mobil tangki air

Di tengah upaya menambah sumber air baku, penurunan debit akibat kemarau masih berdampak pada kontinuitas distribusi kepada pelanggan. Kondisi tersebut diperparah gangguan teknis pada jaringan yang menyebabkan aliran air ke sebagian pelanggan tidak lancar.

Sebagai langkah darurat, Tirtawening mengoperasikan 19 mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan di enam wilayah pelayanan.

Armada tersebut terdiri atas 15 unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan empat unit berkapasitas 2.000 liter.

“Armada disiagakan untuk melayani kebutuhan air bersih di enam wilayah pelayanan, terutama bagi pelanggan yang terdampak gangguan distribusi,” ujar Rizky.

Tirtawening juga merencanakan penambahan lima mobil tangki berkapasitas 2.000 liter. Jika seluruh rencana terealisasi, jumlah armada yang disiapkan untuk mendukung distribusi air bersih akan mencapai 24 unit.

Pengaduan Pelanggan Dipusatkan Lewat WhatsApp

Selain memperkuat pasokan, Tirtawening menerapkan sistem pengaduan terpusat sejak 20 Oktober 2026. Pelanggan dapat menyampaikan keluhan melalui WhatsApp di nomor 081120200202.

Setiap laporan akan memperoleh tiket pengaduan sebelum diteruskan kepada petugas di wilayah terkait. Sistem tersebut diterapkan agar penanganan keluhan dapat dipantau.

Rizky mengatakan berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih di tengah keterbatasan pasokan akibat kemarau.

“Melalui berbagai langkah ini, kami berupaya menjaga pelayanan air bersih di tengah keterbatasan pasokan akibat kemarau. Penambahan sumber air baku diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang. Sementara pengiriman air menggunakan mobil tangki tetap dilakukan untuk membantu pelanggan yang terdampak gangguan distribusi,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana