Kabel Ditata Kota Terjaga

KABEL udara mengganggu wajah kota dan mengancam keselamatan. Pemkot Cimahi perlahan menatanya agar lebih rapi dan aman.

Kabel Ditata Kota Terjaga
KURANGI BAHAYA: Petugas tengah merapikan kabel optik yang semrawut. Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus menertibkan kabel udara yang menjuntai tak beraturan di sepanjang ruas jalan kota. Upaya ini bukan sekadar soal keindahan pemandangan, namun juga langkah serius mengurangi risiko bahaya bagi warga yang beraktivitas di bawahnya.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

Oleh: Agus Satia Negara

Pemandangan kabel udara yang menjuntai tak beraturan masih menghiasi sejumlah ruas jalan di Kota Cimahi. Selain mengganggu keindahan kota, kabel-kabel itu menyimpan risiko bagi warga yang beraktivitas di bawahnya.

Pemerintah Kota Cimahi perlahan membenahi persoalan tersebut. Bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jawa Barat, penataan kabel udara dilakukan secara bertahap selama dua tahun terakhir. Hingga kini, kabel sepanjang 19 kilometer telah dirapikan.

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-government dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi Bambang Supriyadi mengatakan, penataan dilakukan tanpa memutus jaringan yang masih beroperasi. Kabel-kabel yang sebelumnya menjuntai hanya diikat dan disusun agar lebih tertib.

"Kabel-kabel tersebut hanya diikat dan disusun lebih rapi agar tidak menjuntai membahayakan sekaligus memperindah tampilan wajah kota," kata Bambang, Rabu (21/10). 

Upaya itu menjadi langkah awal untuk mengurangi kesemrawutan kabel fiber optik di ruang publik. Penataan tak hanya menyasar tampilan jalan, tetapi juga keselamatan warga yang melintas di bawah bentangan kabel.

Pemkot Cimahi pun mulai menyiapkan solusi yang lebih permanen melalui penanaman kabel ke dalam tanah. Kabel-kabel tersebut ditempatkan di saluran khusus atau ducting sehingga tidak lagi memenuhi ruang udara di sepanjang jalan.

Salah satu lokasi yang mulai menerapkan langkah tersebut ialah Jalan Rd. Demang Hardjakusumah. Pemasangan ducting dilakukan bersamaan dengan pekerjaan pemeliharaan drainase dan trotoar.

"Sejauh ini yang sudah kami rapikan itu ada 19 kilometer. Tentunya kami secara bertahap agar kabel udara ini lebih terlihat estetik," ujar Bambang.

Menurut dia, pembenahan kabel udara dilakukan secara perlahan bersama Apjatel. Prosesnya membutuhkan penataan bertahap agar jaringan telekomunikasi tetap berfungsi, sementara kabel-kabel yang semula semrawut dapat tersusun lebih rapi.

"Dalam dua tahun terakhir ini perlahan mulai kami benahi bersama Apjatel. Tapi tidak dipotong, hanya diikat saja biar rapi dan tidak serampangan," katanya. (gin)


Editor : Inilahkoran