Kabupaten Bogor Berstatus Tanggap Darurat, 49 Kejadian Selama 4 Hari
Kabupaten Bogor pada akhir Februari dan awal Maret dikepung bencana alam, dengan jumlah kejadian setidaknya ada 49 kejadian di 24 kecamatan dari total 40 kecamatan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kabupaten Bogor pada akhir Februari dan awal Maret dikepung bencana alam, dengan jumlah kejadian setidaknya ada 49 kejadian di 24 kecamatan dari total 40 kecamatan
Sebanyak 24 Kecamatan yang terdampak bencana alam yakni Cibinong, Citeureup, Cigudeg, Cileungsi, Jonggol, Bojonggede, Babakan Madang, Cisarua, Klapanunggal, Kemang, Dramaga, Sukamakmur, Sukajaya, Ciawi dan Tenjolaya, Jasinga, Cijeruk, Sukaraja, Megamendung, Sukajaya, Leuwisadeng, Parungpanjang, Ciomas dan Tenjo.
Sedangkan dari jenis kejadian bencana alam didominasi banjir, tanah longsor, angin kencang dan juga abrasi. Lantaran hal itu, usai rapat kordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kantor Bupati Bogor, Pemkab Bogor menetapkan status tanggap darurat.
Kepala BNPB Suharyanto menuturkan, keputusan penetapan tanggap darurat itu diambil dari banyaknya peristiwa bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bogor akhir-akhir ini.
“Bupati Bogor Rudy Susmanto, sudah menetapkan status tanggap darurat, sehingga pemerintah pusat tidak ragu-ragu sudah langsung masuk dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama menanggani pasca bencana alam," tutur Suharyanto kepada wartawan, Senin 3 Maret 2025.
Mantan Panglima Kodam V Brawijaya ini menerangkan, apapun yang menjadi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana alam, betul-betul akan kita usahakan semaksimal mungkin dipenuhi.
Suharyanto menjelaskan, status tanggap darurat tersebut diberlakukan mulai hari ini hingga Senin, 17 Maret 2025 mendatang.
“Arahan Bupati Bogor Rudy Susmantimo, tiga minggu ini krusial karena menjelang Hari Raya Idul Fitri, dimana ada libur nasional dan wilayah Bogor, khususnya ke puncak bakal ramai dikunjungi wisatawan,” jelas alumni Akmil 1989 tersebut.
Adapun, dari data yang yang dihimpun BNPB, setidaknya ada 346 orang warga yang diungsikan ke tempat yang lebih akan aman karena terdampak bencana alam banjir.
“Walaupun bencana alam banjir sudah mulai surut dan hanya menyisakan genangan di beberapa titim hingga sudah ada pengungsi yang kembali ke rumahnya, kamu tetap akan memastikan bahwa kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana alam banjir, khususnya yang masih mengungsi, akan kita penuhi semaksimal mungkin,” tegas pria kelahiran Kota Cimahi tersebut.
Editor : Doni Ramdhani

