Kabut Asap Tak Kunjung Reda, Malaysia akan Terus Gunakan Saluran Diplomatik ASEAN
Malaysia akan gunakan saluran diplomatik dan mekanisme asean untuk menghadapi isu kabut asap dari Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Malaysia kini mulai bergerak mengangkat isu kabut asap yang dikirim dari Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Malaysia kini akan terus menggunakan saluran diplomatik dan mekanisme ASEAN untuk mengatasi masalah kabut asap lintas batas dengan Indonesia secara bertahap.
Isu ini akan memprioritaskan kepentingan dan kesehatan masyarakat tanpa mempengaruhi hubungan bilateral.
Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan mengatakan diskusi langsung antara para pemimpin dan penggunaan saluran regional merupakan pendekatan utama dalam menangani isu-isu sensitif yang melibatkan negara-negara tetangga dibandingkan dengan tindakan penegakan hukum atau pengiriman nota diplomatik.
"Belum sampai ke titik itu. Mudah untuk membicarakan penegakan hukum, tetapi jika kita mengambil tindakan seperti itu, itu berarti kita siap untuk memutuskan hubungan,” tutur Hasan.
Hasan melanjutkan, "Kita belum sampai pada tahap itu dan mengirimkan nota diplomatik tidak diperlukan. Nota diplomatik adalah langkah terakhir."
Mohamad Hasan menekankan bahwa sikap ini bukan berarti Malaysia akan tetap diam terhadap isu kabut asap yang sedang berlangsung.
Sebaliknya, pemerintah Malaysia menggunakan mekanisme yang lebih komprehensif untuk menemukan solusi bersama di tingkat regional.
Malaysia juga bersedia membantu Indonesia mengatasi kebakaran yang menyebabkan kabut asap, tetapi upaya tersebut menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal akses ke lokasi kebakaran di pedalaman Kalimantan.
"Helikopter kita juga tidak dapat beroperasi karena kabut asap terlalu tebal dan kondisinya berbahaya untuk penerbangan apa pun. Jarak pandang kurang dari 50 meter, membuat penerbangan sangat berbahaya," jelasnya.
Mohamad Hasan mengungkapkan Malaysia akan menyerahkan dokumen tidak resmi (non-paper) pada pertemuan pejabat senior dan menteri luar negeri ASEAN mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat mekanisme regional dalam mengatasi kabut asap lintas batas.
Langkah itu juga bertujuan untuk membuka peluang isu kabut asap dibahas dalam kerangka bencana alam, sekaligus membuka ruang kepada ASEAN untuk memperkukuh kerja sama serantau.***
Editor : Irma Nurfajri
