Kader PKK Perkuat Mitigasi: Keluarga Siaga, Bencana Terjaga

Kader PKK Perkuat Mitigasi: Keluarga Siaga, Bencana Terjaga
TANGGAP BENCANA: Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bogor dilatih untuk tanggap dan tangguh menghadapi bencana dalam kegiatan Gebyar Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) yang dirangkaikan dengan Gerakan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat Kota Bogor di Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (10/10).(INILAH/RIZKI MAULUDI)

Oleh : Rizki Mauludi

TP PKK Kota Bogor memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui pelatihan kader. Sebanyak 80 Kader KUJANG disiapkan untuk menggerakkan mitigasi di lingkungan masyarakat.

Bencana bisa datang tanpa banyak tanda. Di Kota Bogor, ratusan kejadian sepanjang tahun ini menjadi pengingat, kesiapsiagaan perlu dibangun hingga ke lingkungan keluarga.

Bukan hanya mengandalkan petugas, upaya mengenali risiko dan melakukan mitigasi dini juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Berangkat dari kebutuhan itu, anggota Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bogor mendapat pelatihan kesiapsiagaan melalui Gebyar Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

Kegiatan yang digelar di Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (10/10), tersebut dirangkaikan dengan Gerakan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, hingga 10 Oktober 2026, tercatat sekitar 600 kejadian bencana di Kota Bogor. Peristiwa tersebut meliputi kebakaran, tanah longsor, dan berbagai kejadian lainnya.

“Di tahun ini sampai hari ini sudah ada 600 kejadian bencana di Kota Bogor. Mulai dari kebakaran, longsor dan lain-lain,” kata Jenal.

Angka tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi berbagai risiko di lingkungan tempat tinggal. Ketika bencana terjadi, pengetahuan tentang langkah penyelamatan dan kemampuan mengendalikan kepanikan dapat menjadi bekal penting untuk mengurangi risiko.

“Bencana tidak bisa kita hindari. Maka dengan kesiapsiagaan dan jangan panik ketika bencana datang, butuh pelatihan dan ilmu,” kata Jenal.

Selama ini, penanganan kebencanaan di Kota Bogor dilakukan melalui berbagai upaya pemerintah daerah. Keterlibatan kader PKK diharapkan memperluas jangkauan edukasi dan mitigasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan keluarga.

Kader yang dekat dengan masyarakat memiliki peran untuk menyampaikan pengetahuan, membangun kepedulian, serta mendorong warga mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing.

Dengan begitu, kesiapsiagaan tidak hanya muncul ketika bencana terjadi, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim berharap pelatihan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Kesiapan perlu dibangun melalui sinergi pemerintah, kader PKK, masyarakat, dan dunia usaha.

“Melalui sinergi antara pemerintah, TP PKK, kader, masyarakat, serta dunia usaha, diharapkan terbentuk masyarakat Kota Bogor yang semakin tanggap, tangguh, mandiri, dan senantiasa siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ujar Yantie.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor Rakhmawati menjelaskan, pelatihan GKSTTB dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap persoalan kesehatan, perlindungan keluarga, serta risiko bencana.

Sebagai mitra pemerintah, PKK dinilai memiliki peran dalam memperkuat ketahanan keluarga dan menggerakkan masyarakat agar lebih tanggap terhadap potensi bahaya. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat diteruskan oleh para kader kepada warga di wilayah masing-masing.

Pelatihan tersebut secara khusus menyasar anggota Kelompok Kerja (Pokja) IV di tingkat kecamatan dan kelurahan. Dari kegiatan ini, terbentuk 80 kader GKSTTB yang selanjutnya disebut Kader Kesiapsiagaan untuk Jangka Panjang atau Kader KUJANG. (gin)


Editor : Inilahkoran