Kampus Menjawab Persoalan Masyarakat

Kampus Menjawab Persoalan Masyarakat
ORASI ILMIAH: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Fauzan menyampaikan orasi ilmiah.(ANTARA/M IFDHAL)

INILAH, Aceh - Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat menimba ilmu dan mengembangkan riset. Di tengah persoalan pengangguran, kemiskinan, hingga ketimpangan sosial, kampus dituntut hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menawarkan solusi nyata.

Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Fauzan saat menyampaikan orasi ilmiah dalam sidang terbuka Milad ke-65 Universitas Syiah Kuala (USK) di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin.

Menurut Fauzan, perguruan tinggi perlu mengubah cara pandang agar tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik di lingkungan kampus. Institusi pendidikan tinggi harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat luas.

“Perguruan tinggi itu jangan menjadi menari gading, tapi harus menjadi menara air yang bisa memberikan kesejukan dan kebermanfaatan kepada semua umat,” kata Fauzan, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (12/10).

Dia menilai, kampus harus menjadi bagian dari entitas sosial sekaligus mitra pembangunan yang sejajar dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri. Dengan begitu, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung terhadap kebutuhan masyarakat.

Konsep kampus berdampak, lanjut Fauzan, bukan sekadar gagasan tentang peran perguruan tinggi. Konsep tersebut menuntut kehadiran kampus sebagai pusat solusi yang mampu membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Konsep kampus berdampak pada dasarnya adalah kehadirannya benar-benar menjadi pusat solusi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat. Ini adalah PR besar buat kita semua, tetapi saya meyakini sudah ada instrumen dalam perguruan tinggi ini yakni Tridharma,” katanya.

Tridharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat perlu diterjemahkan menjadi aksi yang terarah. Melalui tiga pilar tersebut, kampus diharapkan mampu mengambil bagian dalam penanganan pengangguran, kemiskinan, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

“Tentu perguruan tinggi harus berfikir solutif. Itulah yang dikatakan dengan berdampak,” ujarnya. (gin)


Editor : Inilahkoran