Kantor ULPBJ Kabupaten Bogor Digeruduk Aktivis Koalisi Indonesia Anti Korupsi 

Puluhan masyarakat yang tergabung daam Koalisi Indonesia Anti Korupsi menggeruduk Kantor Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor.

Kantor ULPBJ Kabupaten Bogor Digeruduk Aktivis Koalisi Indonesia Anti Korupsi 
Puluhan masyarakat yang tergabung daam Koalisi Indonesia Anti Korupsi menggeruduk Kantor Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor.

INILAHKORAN, Bogor - Puluhan masyarakat yang tergabung daam Koalisi Indonesia Anti Korupsi menggeruduk Kantor Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor.

Alasan para aktivis menggeruduk, karena ada monopoli, persekongkolan dan praktek nepotisme untuk memenangkan lelang pekerjaan konstruksi.

Aksi unjuk rasa itu sempat memanas, baik karena ban mobil yang dibakar, maupun karena aksi massa yang ingin masuk ke kantor ULPBJ Kabupaten Bogor.

"Kami khawatir, banyaknya proyek infrastruktur yang ditender ulang bakal berujung pada penunjukan langsung," kata Kordinator Aksi Koalisi Indonesia Anti Korupsi Fawait kepada wartawan, Kamis, 28 Agustus 2025.

Fawait menuturkan, bahwa akibat persaingan usaha yang tidak sehat yang didiga akibat persengkongkolan jahat itu, maka negara diduga berpotensi mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

"Kami pun meminta atau menuntut ULPBJ Kabupaten Bogor mengklarifikasi di depan masyarakat umum, Inspektorat mengaudit lelang proyek di Kantor ULPBJ dan Bupati Rudy Susmanto segera bertindak," tuturnya.

Ia menjelaskan, tidak becusnya kerja Kantor ULPBJ yaitu banyaknya proyek infrastruktur yang mangkrak seperti di Kecamatan Pamijahan, Caringin dan kecamatan lainnya sejak beberapa tahun terakhir.

"Banyaknya proyek insfrastruktur yang mangkrak, tentunya merugikan kami sebagai masyarakat, baik dari sisi anggaran hingga pemanfaatan infrastrukturnya yang tidak maksimal," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa praktek monopoli, persekongkolan dan praktek nepotisme untuk memenangkan lelang pekerjaan konstruksi, pelakunya tidak tunggal.

"Selanjutnya, kami juga tidak ragu untu beraksi unjuk rasa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung dan Mabes Polri," tambahnya.


Editor : JakaPermana