Kapal Wisata WNA Spanyol Tenggelam di Labuan Bajo, Kemenpar Dinilai Lelet Keluarkan Pemberitahuan
Kemenpar menjadi sorotan dan dikomentari warganet karena dinilai terlambat dalam mengeluarkan surat pemberitahuan terkait peringatan cuaca ekstrem.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Insiden kapal wisata yang membawa warga negara asing (WNA) asal Spanyol dan tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 26 Desember 2025 masih menyisakan duka.
Hingga hari ini, Senin, 29 Desember 2025, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap sejumlah korban yang belum ditemukan.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, perhatian publik beralih pada surat pemberitahuan potensi cuaca ekstrem yang baru-baru ini dikeluarkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Surat tersebut diketahui ditandatangani pada 26 Desember 2025, namun baru diunggah ke akun Instagram resmi kementerian pada Minggu, 28 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, Kemenpar menyampaikan adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Labuan Bajo dan perairan Taman Nasional Komodo berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah pengamanan pelayaran pun disebut telah diterapkan, termasuk penutupan sementara Surat Persetujuan Berlayar (SPB) menuju Padar–Komodo hingga kondisi cuaca membaik.
Namun, unggahan itu justru menuai beragam komentar dari warganet. Tidak sedikit yang menilai peringatan tersebut terlambat diumumkan ke publik, terlebih setelah terjadi insiden kapal tenggelam yang melibatkan wisatawan mancanegara.
Sejumlah warganet menyoroti fakta bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem sejak sekitar satu minggu sebelumnya. Menurut mereka, jika informasi tersebut disampaikan lebih cepat dan masif kepada operator kapal dan wisatawan, risiko kecelakaan laut bisa diminimalkan.
“Peringatan BMKG sudah dari pekanpekan lalu, tapi leletnya ampun deh. Tunggu ada korban dulu,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.
"Di berhentikan harus nunggu korban dulu yaa, nice broo," sindir warganet.
"Tunggu ada korban jiwa baru buat statement? Baru bereaksi? Kelas nya memang Beda, kacau!," tulis warganet lain.
Komentar lain juga mempertanyakan koordinasi antarlembaga dalam menyampaikan peringatan keselamatan, mengingat Labuan Bajo merupakan destinasi wisata super prioritas yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun asing.
Di sisi lain, ada pula warganet yang meminta agar kejadian ini dijadikan evaluasi bersama, baik bagi pemerintah, operator kapal wisata, maupun pelaku usaha pariwisata, agar keselamatan pelayaran benar-benar menjadi prioritas utama.
Hingga kini, Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian korban kapal tenggelam di perairan Labuan Bajo.
Editor : Firda Rachmawati
