Kemenpar Genjot Kompetensi Pemandu Wisata Gunung Api

Kini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang meningkatkan kompetensi para pemandu wisata yang berasal di kawasan gunung api.

Kemenpar Genjot Kompetensi Pemandu Wisata Gunung Api
Juru Bicara Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, peningkatan kompetensi pemandu merupakan bagian penting dari program keselamatan berwisata yang menjadi salah satu flagship kementerian.  (dok)

INILAHKORAN.ID - Kini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang meningkatkan kompetensi para pemandu wisata yang berasal di kawasan gunung api.

Juru Bicara Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, peningkatan kompetensi pemandu merupakan bagian penting dari program keselamatan berwisata yang menjadi salah satu flagship kementerian. 

"Bentuk dari peningkatan itu salah satunya melalui Upskilling Pelatihan Berbasis Kompetensi bagi Pemandu Wisata Gunung," kata Nia dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, pelatihan mencakup kemampuan mitigasi risiko, pemanfaatan informasi cuaca, pertolongan pertama, penyelamatan dan evakuasi wisatawan, serta penanganan keadaan darurat sesuai prosedur dan standar keselamatan.

Program “Upskilling Pelatihan Berbasis Kompetensi bagi Pemandu Wisata Gunung” kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi kompetensi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kemenpar juga telah melaksanakan program peningkatan keselamatan wisata melalui Program Tugas Pembantuan di 38 provinsi, untuk memperkuat kapasitas pelaku pariwisata, termasuk pemandu wisata dalam mengantisipasi dan menangani risiko di destinasi wisata.

"Pelaksanaannya dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, antara lain Basarnas, pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, asosiasi pemandu, LSP Pariwisata, lembaga pelatihan, dan institusi terkait lainnya, sesuai kebutuhan dan karakteristik destinasi," kata Nia.

Nia memastikan dalam memberikan pelatihan ke depan, Kementerian Pariwisata akan melibatkan atau berkolaborasi dengan lembaga seperti Basarnas dan BNPB.

"Tentu. Keselamatan pariwisata merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pengelola destinasi, asosiasi, hingga masyarakat," ucap Nia.

Kolaborasi tersebut telah berjalan dalam program Kementerian Pariwisata 2026. Dalam Program Tugas Pembantuan di 38 provinsi, ia mengatakan pemerintah telah melibatkan antara lain Basarnas, BMKG, Balawista dan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia untuk memperkuat kapasitas pelaku pariwisata dan masyarakat dalam mitigasi risiko, kesiapsiagaan, serta penanganan keadaan darurat.

Ke depan, katanya, sinergi akan terus diperkuat sesuai kebutuhan dan karakteristik risiko masing-masing destinasi. 


Editor : Doni Ramdhani