Turki 1-4 Italia:Badai Berlalu
BAGI Timnas Italia, malam di Ataturk Spor Kompleksi, Bursa, menjadi saksi bagaimana air mata frustrasi berubah menjadi senyuman penuh kelegaaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Setelah dihantam badai kritik akibat kekalahan menyakitkan 0-2 dari Belgia di laga pembuka, Italia berhasil bangkit dan menghancurkan tuan rumah Turki 4-1, Selasa (29/9) dini hari WIB.
Namun, ini bukan sekadar tentang papan skor atau statistik pertandingan. Ini adalah kisah tentang sekelompok anak muda yang memikul beban sejarah berat di pundak mereka, belajar saling percaya, dan menolak untuk menyerah pada keadaan.
Beberapa hari sebelum laga, atmosfer di sekeliling skuad Gli Azzurri terasa begitu mencekam.
Sorakan kecewa dari suporter sendiri di Stadion Olimpico seolah meruntuhkan mental tim yang kini banyak dihuni wajah-wajah baru.
Italia tidak lagi memiliki maestro seperti Francesco Totti atau Alessandro Del Piero. Mereka datang ke Turki sebagai tim yang dipandang sebelah mata, bahkan sempat diprediksi terancam degradasi ke Liga B.
Gelandang Sandro Tonali sempat berbisik lirih kepada media sebelum laga, “Sulit untuk mendapatkan segalanya secara instan, kami tidak punya pemain bintang.
Kami butuh waktu, kami harus menghabiskan waktu bersama, bekerja dan menikmati kebersamaan.” Kalimat itu bukan sebuah alasan, melainkan sebuah kejujuran emosional dari seorang kapten dan mentor bagi adik-adiknya di lapangan.
Saat peluit pertama dibunyikan, tekanan itu berubah menjadi energi ledak yang luar biasa.
Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam, kolektivitas tanpa ego itu membuahkan hasil nyata. Tiga gol bersarang di gawang Turki sebelum babak pertama usai.
Momen paling menyentuh terlihat ketika Michael Kayode mencetak gol ketiga Italia pada menit ke-27 setelah memanfaatkan umpan matang dari Francesco Pio Esposito.
Kayode, salah satu representasi wajah baru Italia, berlari ke sudut lapangan dengan mata berkaca-kaca, dipeluk erat oleh rekan-rekan setimnya. Tidak ada ego kebintangan di sana; yang ada hanyalah pelukan hangat persaudaraan dari sebuah tim yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri.
Turki sempat menyengat lewat gol Baris Alper Yilmaz di awal babak kedua yang membuat seisi stadion bergemuruh.
Namun, mentalitas Italia kali ini tidak goyah.
Hanya butuh waktu tiga menit bagi mereka untuk merespons. Sundulan tajam Francesco Pio Esposito menyambar bola muntah hasil tendangan Tonali, mengunci kemenangan menjadi 4-1 sekaligus membungkam seisi stadion.
Ketika wasit meniup peluit panjang, pemandangan mengharukan terlihat di lapangan. Para pemain Italia tidak merayakannya dengan selebrasi yang pongah. Mereka saling berpelukan erat di tengah lapangan, bernapas lega seolah-olah baru saja melepas batu besar yang menyumbat dada mereka selama berbulan-bulan.
Kemenangan di tanah Turki ini bukan sekadar tiga poin di klasemen UEFA Nations League.
Ini adalah pembuktian tentang harga diri, sebuah pesan sunyi kepada dunia bahwa sepak bola Italia belum mati.
Proses transisi ini memang akan memakan waktu dan menyakitkan, namun malam ini di Bursa, tunas-tunas muda Gli Azzurri telah membuktikan bahwa mereka siap tumbuh di tengah badai.
Jalan Panjang Sementara itu, kemenangan ini sekaligus jadi yang pertama buat Roberto Mancini sejak kembali dipercaya melatih Italia pada musim panas 2026. Pria berusia 61 tahun itu mengaku puas dengan hasil yang didapat para pemainnya.
“Kemenangan ini sama nilainya dengan kekalahan dari Belgia, tidak ada artinya. Apa yang benarbenar penting adalah para pemain menyadari bahwa mereka bisa melakukan hal-hal baik,” kata Mancini, dilansir dari Football Italia.
“Jalan masih panjang di depan. Kami perlu fokus sekarang untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Timnas Italia selanjutnya berjumpa pemuncak klasemen Grup A Prancis. Duel dijadwalkan Sabtu (3/10) dini hari WIB di Stade de France. (bsf)
DATA FAKTA • Waktu: Selasa (29/9) ; Kick Off Pukul 01.45 WIB • Tempat: Bursa Buyuksehir Belediye Stadyumu, Bursa • Wasit: M Oliver • Man of the Match: Pio Esposito • Pencetak Gol: Turki (Yilmaz 47’) ; Italia (Bastoni 9’, Frattesi 22’, Kayode 27’, Esposito 50’) • Kartu Kuning: Turki (Uzun, Yilmaz, Kabak) ; Italia (-) • Kartu Merah: -
SUSUNAN PEMAIN • TURKI: Altay Bayindir; Celik, Demiral, Ozan Kabak; Oguz Aydin, Salih Ozcan, Orkun Kokcu, Eren Elmali; Arda Guler, Can Uzun; Baris Alper Yilmaz • ITALIA: Donnarumma; Kayode, Scalvini, Bastoni, Ruggeri; Frattesi, Tonali, Fagioli; Raspadori, P Esposito, S Esposito.
Editor : Inilahkoran

