Kapasitas Drainase Belum Ideal, PUPR Cimahi Akui Kendala Anggaran dan Lahan

PUPR Kota Cimahi mengakui sistem drainase di wilayahnya belum maksimal lantaran keterbatasan anggaran dan lahan

Kapasitas Drainase Belum Ideal, PUPR Cimahi Akui Kendala Anggaran dan Lahan
Kondisi jalanan di Bandung Raya tergenang banjir cileuncang beberapa waktu lalu. PUPR Kota Cimahi mengakui sistem drainase belum maksimal, alasan anggaran dan lahan jadi kendala. (Foto dok inilahkoran)

INILAHKORAN.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi mengakui upaya peningkatan fungsi saluran air menghadapi kendala mendasar berupa keterbatasan anggaran serta ruang jalan yang sempit.

Kondisi itu membuat persoalan sistem drainase belum beroperasi secara optimal  dan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dirampungkan Pemkot Cimahi. 

Kepala Dinas PUPR Cimahi, Wilman Sugiansyah mengatakan, pihaknya telah memiliki rancangan penataan ulang drainase sesuai kaidah teknis. 

Namun, realisasi rencana tersebut masih terhalang karena anggaran pemerintah daerah yang terbatas dan tingginya biaya pembebasan lahan untuk pelebaran saluran.
 
"Kendala tidak hanya dari ruas jalan yang rata-rata sempit di Kota Cimahi, tetapi juga harga lahan yang membutuhkan penganggaran yang cukup besar," kata Wilman, Kamis 26 Maret 2026.
 
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, ungkap Wilman, dinas mengambil pendekatan fungsional dengan menggunakan penutup drainase berbahan beton yang mampu menopang muatan kendaraan.
 
"Selain itu, penumpukan sedimen menjadi faktor utama yang menghambat aliran air, bukan hanya sampah saja," ungkapnya. 

Wilman menjelaskan, pihaknya melakukan pembersihan dan pemeliharaan saluran setiap hari, termasuk patroli dan perbaikan pada bagian grill jalan.
 
"Kami baru saja melakukan perbaikan grill jalan di underpass dan kawasan Cihanjuang dekat Blok C," ucapnya.
 
"Sedimen yang mengendap berasal dari aliran air dari wilayah hulu yang membawa berbagai material," imbuhnya. 

Wilman mengakui, sumber kiriman material tersebut tidak selalu dapat dipastikan, dan terkadang juga terhambat oleh utilitas yang ada di sepanjang saluran.
 
"Sistem drainase Cimahi pada prinsipnya dirancang untuk mengalirkan air dari daerah tinggi ke rendah, namun tingginya kandungan sedimen membuat kinerjanya tidak maksimal," bebernya. ***


Editor : Ahmad Sayuti