Kasus Penemuan Jasad Ibu dan Bayi di Depok, Polisi Sebut Suami Korban Berstatus Saksi

Polisi telah memeriksa tiga saksi, termasuk suami korban berinisial S terkait penemuan jasad ibu dan bayinya di rumah kontrakan Jalan Kesadaran 1, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok.

Kasus Penemuan Jasad Ibu dan Bayi di Depok, Polisi Sebut Suami Korban Berstatus Saksi

INILAHKORAN, Bandung -  Polisi telah memeriksa tiga saksi, termasuk suami korban berinisial S terkait penemuan jasad ibu dan bayinya di rumah kontrakan Jalan Kesadaran 1, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok.

"Sampai saat ini kita sudah ada tiga orang saksi. Dari suaminya, dari beberapa tetangga yang ada di sana," ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana.

Lebih lanjut Arya mengungkapkan, suami korban saat ini berstatus saksi. Diketahui, S adalah orang yang pertama kali menemukan jasad istri dan anaknya.

"Ya sementara ini (suami korban) masih sebagai saksi, karena kan dia yang menemukan pertama kali. Berdasarkan pengakuannya, disampaikan kepada pihak tetangga, lalu polisi datang ke TKP," tuturnya.

Arya mengungkap polisi menemukan adanya bekas jeratan di jenazah perempuan tersebut. Sementara untuk balitanya diketahui mengalami luka lebam di tubuhnya.

"Kalau dari bayinya itu memang ada lebam biru di bagian muka dan bagian tangan. Kalau dari ibu yang meninggal juga ada luka di bagian mulut dan beberapa lebam di bagian tubuhnya," tuturnya.

Kendati begitu, Arya mengatakan pihaknya belum bisa memastikan soal penyebab kematian keduanya. Polisi masih mendalami luka yang ditemukan ditubuh kedua korban.

"(Jeratan di leher) itu masih kita dalami di bagian leher apakah jeratan atau mungkin tergores atau apa, itu kita masih dalami," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi masih melakukan penyelidikan penemuan jasad ibu dan bayinya di rumah kontrakan Jalan Kesadaran 1, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok. Jenazah korban ditemukan pada Kamis (17/10/2024) malam.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana mengungkapkan korban sebelum meninggal sempat video call dengan orangtuanya di Palembang, Sumatera Selatan.

"Korban itu sampai kemaren malem masih video call dengan orang tuanya di Palembang," ujar Arya Perdana.


Editor : Firda Rachmawati